Dasar · 14 mnt baca

Kode Resistor SMD: Cara Membaca 103, 4702, 01C, dan 4R7

Cara membaca kode resistor SMD: kode 3 dan 4 digit, EIA-96 (01C), R sebagai koma desimal (4R7), ukuran 0603/0805/1206, kode kapasitor 104, dan transistor SMD.

Kode resistor SMD adalah tulisan pendek tiga atau empat karakter yang dicetak di resistor surface-mount (SMD) sebagai pengganti gelang warna, dan menunjukkan nilai hambatan dalam ohm. Begitu tahu aturannya, kode ini sangat mudah dibaca: 103 = 10 kΩ, 4702 = 47 kΩ, 4R7 = 4,7 Ω, dan 01C = 10 kΩ. Pada kode tiga digit, dua digit pertama adalah nilainya dan digit terakhir adalah jumlah nol yang ditambahkan; pada kode empat digit, tiga digit pertama adalah nilainya. Huruf R menggantikan koma desimal, sedangkan kode yang terdiri dari dua digit dan satu huruf dibaca dari tabel EIA-96.

Arduino Nano, board pengembangan ESP32, modul sensor, dan board regulator hampir seluruhnya tersusun dari komponen kecil ini. Kalau kamu ingin memperbaiki modul, mencari tahu resistor mana yang memberi arus ke LED di board-mu, menemukan nilai resistor pull-up, atau mendesain PCB sendiri, kamu perlu bisa membaca kode-kode ini. Selain resistor, panduan ini membahas kode kapasitor SMD (104 = 100 nF), kode ukuran seperti 0603, 0805, dan 1206, tanda pendek di transistor dan dioda SMD, serta cara mengukur komponen yang sama sekali tidak bertulisan dengan Arduino.

Modul regulator AMS1117 3,3 V dengan resistor SMD berkode 102
Modul regulator AMS1117 3,3 V: resistor SMD di sebelah kanan bertuliskan 102, dan cetakan board di sebelahnya bertuliskan 1K, yaitu 1 kΩ. Angka 106 dan 104 yang terlihat dicetak di board, bukan di kapasitornya; kebanyakan kapasitor keramik SMD sama sekali tidak bertulisan.

Apa itu resistor SMD, dan kenapa tidak ada kode warna?

SMD (Surface Mount Device) adalah komponen yang kakinya tidak masuk ke lubang, tetapi disolder langsung ke pad di permukaan papan sirkuit. Resistor SMD adalah balok keramik kecil dengan kedua ujung berlapis logam; lapisan pelindung hitam di atasnya melindungi lapisan resistif sekaligus memuat kodenya. Resistor 0805 hanya berukuran 2 × 1,25 mm, jadi melukis empat gelang warna di atasnya tidak praktis; sebagai gantinya, nilainya dicetak sebagai kode dengan angka putih. Resistor berukuran 0402 dan yang lebih kecil bahkan tidak punya ruang untuk itu, sehingga sama sekali tidak bertulisan. Ingat bahwa kode hanya memberi tahu nilai hambatan: batas daya dan tegangan ditentukan oleh ukuran bodinya, dan toleransinya biasanya bisa ditebak dari jenis kodenya.

Jenis kodeContohCara membacaNilaiBiasanya ada di
3 digit10310 ditambah 3 nol10 kΩToleransi 5%, 0603 ke atas
4 digit4702470 ditambah 2 nol47 kΩToleransi 1%, 0805 ke atas
Dengan R4R7R = koma desimal4,7 ΩNilai di bawah 10 Ω
EIA-9601C100 dari tabel × 10010 kΩResistor 0603 toleransi 1%
Nol0, 00, 000Jumper0 ΩMenyambung jalur, pengaturan opsi

Cara membaca kode resistor SMD 3 digit

Format yang paling umum adalah kode tiga digit. Dua digit pertama adalah bagian penting dari nilainya, dan digit ketiga menunjukkan berapa nol yang ditambahkan di belakangnya, dengan kata lain pangkat sepuluh. Pada 103 kamu menambahkan tiga nol di belakang 10: 10.000 Ω = 10 kΩ. Dengan cara yang sama, 472 = 47 ditambah dua nol = 4700 Ω = 4,7 kΩ; 221 = 220 Ω; 334 = 330 kΩ; dan 105 = 1.000.000 Ω = 1 MΩ. Kode ini biasanya dipakai pada resistor ±5%, dan nilainya berasal dari deret E24: 10, 11, 12, 13, 15, 16, 18, 20, 22, 24, 27, 30, 33, 36, 39, 43, 47, 51, 56, 62, 68, 75, 82, dan 91, ditambah kelipatan sepuluhnya. Kalau nilai yang kamu baca tidak ada di daftar ini, berarti kamu membaca kodenya terbalik atau komponennya bukan resistor.

KodeNilaiPemakaian umum di board dan modul Arduino
10010 ΩResistor seri kecil, pembatas arus
22022 ΩResistor seri di jalur data USB
221220 ΩPembatas arus LED di 5 V
331330 ΩLED dan resistor basis transistor
1021 kΩLED power dan LED status di board
4724,7 kΩResistor pull-up I2C dan 1-Wire
10310 kΩResistor pull-up reset dan tombol
47347 kΩPembagi tegangan
104100 kΩPembagi untuk mengukur tegangan baterai
1051 MΩInput berimpedansi tinggi
Kesalahan yang paling sering: resistor bertuliskan 100 bukan 100 Ω, melainkan 10 Ω (10 tanpa tambahan nol). Begitu juga 220 = 22 Ω dan 470 = 47 Ω. Resistor 100 Ω ditulis 101 di kode tiga digit dan 1000 di kode empat digit. Hati-hati juga dengan 104: pada resistor artinya 100 kΩ, tapi pada kapasitor artinya 100 nF, karena kode kapasitor dalam pikofarad, bukan ohm.

Kode 4 digit dan huruf R: 4702, 1002, 4R7

Kode empat digit dipakai pada resistor presisi ±1%. Logikanya sama, tapi bagian pentingnya terdiri dari tiga digit: tiga digit pertama adalah nilainya dan digit keempat adalah jumlah nol. 1002 = 100 ditambah dua nol = 10.000 Ω = 10 kΩ; 4702 = 47 kΩ; 1001 = 1 kΩ; 1000 = 100 Ω; 2201 = 2,2 kΩ; 1004 = 1 MΩ. Tiga digit penting juga memungkinkan nilai antara dari deret E96 seperti 49,9 kΩ (4992) atau 4,99 kΩ (4991). Singkatnya, resistor 10 kΩ yang sama bisa muncul sebagai 103, 1002, atau 01C tergantung produsen dan presisinya; ketiganya bernilai sama.

Nilai di bawah 10 Ω tidak bisa ditulis dengan jumlah nol, jadi huruf R menggantikan koma desimal. 4R7 = 4,7 Ω, 2R2 = 2,2 Ω, 1R0 = 1 Ω, dan R47 = 0,47 Ω. Versi empat karakter mengikuti aturan yang sama: 10R0 = 10 Ω, 4R70 = 4,7 Ω. Nilai yang sangat kecil biasanya adalah resistor shunt untuk mengukur arus: R100 = 0,1 Ω (kamu akan melihatnya di modul pengukur arus seperti INA219) dan R010 = 0,01 Ω, atau 10 mΩ. Skema rangkaian dan daftar komponen memakai ide yang sama dengan huruf k dan M: 4k7 = 4,7 kΩ, 2M2 = 2,2 MΩ. Penulisan ini lebih disukai karena koma desimal yang hilang ketika dicetak bisa mengubah 4,7 kΩ menjadi 47 kΩ.

Cara membaca kode EIA-96 (01C, 68X, 85B)

Empat digit tidak muat di resistor 1% berukuran 0603. Untuk resistor seperti ini dipakai sistem tiga karakter bernama EIA-96: dua digit pertama (01–96) adalah nomor urut nilai di deret E96, dan huruf terakhir adalah pengalinya. Nilai nomor 01 adalah 100, nomor 68 adalah 499, dan nomor 85 adalah 750. Jadi 01C = 100 × 100 = 10 kΩ, 68X = 499 × 0,1 = 49,9 Ω, dan 85B = 750 × 10 = 7,5 kΩ. Di sini kamu tidak bisa menghitung apa pun dari digitnya; nilainya harus dicari di tabel. Cara tercepat adalah mengetik kodenya di alat Kode SMD, yang memahami kode 3 dan 4 digit, penulisan R, dan EIA-96.

HurufPengaliContoh
Z× 0,00101Z = 0,1 Ω
Y atau R× 0,0101Y = 1 Ω
X atau S× 0,168X = 49,9 Ω
A× 101A = 100 Ω
B atau H× 1085B = 7,5 kΩ
C× 10001C = 10 kΩ
D× 1.00051D = 332 kΩ
E× 10.00001E = 1 MΩ
F× 100.00001F = 10 MΩ
KodeNilaiKodeNilai
0110051332
0511055365
0912159402
1313363442
1815066475
2216568499
2618273562
3020077619
3422185750
4226796976
Kalau sebuah kode memberi hasil yang tidak masuk akal, putar komponennya 180 derajat lalu baca lagi. Pada bodi yang kecil, 6 dan 9 mudah tertukar: resistor 681 yang dipegang terbalik terlihat seperti 189, yang berarti 18 GΩ, padahal resistor SMD seperti itu tidak ada; kalau dibaca dengan benar, nilainya 680 Ω. Apakah nilai yang kamu temukan termasuk nilai standar bisa kamu cek dengan alat Nilai standar.

Garis bawah, nol ohm, dan kasus khusus lainnya

  • Garis bawah: Beberapa produsen menggambar garis di bawah kode tiga digit pada resistor bertoleransi 1% tapi bernilai E24. Garis itu tidak mengubah nilainya; garis itu menandai komponen sebagai resistor presisi dan menunjukkan arah membacanya.
  • 0, 00, atau 000: Ini adalah resistor jumper nol ohm. Resistor ini dipakai untuk menyambung dua jalur di PCB atau untuk mengaktifkan dan menonaktifkan suatu opsi; di ukuran 0603 dan 0805 biasanya bisa mengalirkan 1–2 A.
  • Resistor tanpa tulisan: Komponen berukuran 0402, 0201, dan yang lebih kecil sama sekali tidak punya kode. Nilainya hanya bisa diketahui dengan mengukurnya atau dari label di reel-nya.
  • Resistor array: Array dengan empat resistor berjajar dalam satu bodi hanya diberi satu kode; array bertuliskan 103 berisi empat resistor 10 kΩ. Komponen ini sering ada di board seperti Arduino Uno.
  • Resistor silinder (MELF): Resistor SMD ini berbentuk silinder kecil dan memakai gelang warna seperti resistor through-hole. Warnanya bisa kamu baca dengan alat Kode warna.
  • Induktor SMD: Induktor memakai kode serupa, tapi satuannya mikrohenry: 101 = 100 µH, 4R7 = 4,7 µH. Kode ini bisa kamu baca dengan alat Kode induktor.

Ukuran SMD: apa arti 0603, 0805, dan 1206?

Kode ukuran menunjukkan dimensi fisik komponen, bukan nilainya. Pada sistem imperial yang banyak dipakai, dua digit pertama adalah panjang dan dua digit terakhir lebarnya, dalam perseratus inci: 0805 berarti 0,08 × 0,05 inci, atau sekitar 2,0 × 1,25 mm. Pada sistem metrik, komponen yang sama ditulis 2012, dalam persepuluh milimeter. Makin besar bodinya, makin besar daya dan tegangan yang bisa ditahan resistor. Ukuran yang paling mudah disolder dengan tangan adalah 1206 dan 0805; 0603 masih nyaman dengan pinset dan mata solder yang halus, sedangkan 0402 ke bawah butuh kaca pembesar dan kesabaran. Nilai di bawah ini adalah nilai umum; batas pastinya sedikit berbeda antarprodusen.

Kode imperialKode metrikUkuran (mm)Daya umumTegangan maks. umumPenanda
020106030,6 × 0,31/20 W25 VTidak ada
040210051,0 × 0,51/16 W50 VBiasanya tidak ada
060316081,6 × 0,81/10 W75 V3 digit atau EIA-96
080520122,0 × 1,251/8 W150 V3 atau 4 digit
120632163,2 × 1,61/4 W200 V3 atau 4 digit
121032253,2 × 2,51/2 W200 V3 atau 4 digit
201050255,0 × 2,53/4 W200 V3 atau 4 digit
251263326,3 × 3,21 W200 V3 atau 4 digit, atau dengan R

Rating daya biasanya diberikan untuk suhu sekitar 70 °C dan turun ketika suhunya makin panas, jadi bekerja di sekitar separuh batasnya adalah kebiasaan yang baik. Hitung daya yang dibuang resistor dengan P = V × I atau P = I² × R. Contoh: untuk menyalakan LED merah pada 20 mA dari 5 V kamu butuh (5 − 2) / 0,02 = 150 Ω, dan daya di resistor adalah 3 V × 0,02 A = 0,06 W. Ukuran 0603 (0,1 W) sanggup menanganinya, tapi 0805 lebih longgar. Kalau LED yang sama diberi daya dari 12 V, kamu butuh 510 Ω dan dayanya naik menjadi 10 V × 0,02 A = 0,2 W; 1206 akan berada di batasnya, jadi pilih 1210 atau bodi yang lebih besar. Untuk logika di balik hitungan ini, lihat Hukum Ohm.

Dua ukuran berbeda memakai nama yang sama: 0603 imperial (1,6 × 0,8 mm) dan 0603 metrik (0,6 × 0,3 mm, yang dalam imperial adalah 0201) sangat jauh berbeda. Ketika memesan, pastikan halaman produk mencantumkan padanan metriknya (1608); kalau tidak, bisa-bisa kamu menerima komponen sebesar butiran debu.

Kode kapasitor SMD: 104 = 100 nF

Kode kapasitor mengikuti logika yang sama dengan kode resistor, tapi satuannya pikofarad (pF): dua digit pertama adalah nilainya dan digit ketiga jumlah nolnya. 104 = 10 ditambah empat nol = 100.000 pF = 100 nF = 0,1 µF. 103 = 10 nF, 102 = 1 nF, 105 = 1 µF, 106 = 10 µF. Ketika mengonversi satuan, ingat bahwa 1 µF = 1000 nF = 1.000.000 pF. Kalau kamu melihat angka 8 atau 9 di posisi ketiga, itu bukan jumlah nol melainkan pengali: 9 = × 0,1 dan 8 = × 0,01, jadi 229 = 2,2 pF dan 479 = 4,7 pF. Huruf di belakang nilai menunjukkan toleransi: J = ±5%, K = ±10%, M = ±20%. Kalau hurufnya ada di tengah, huruf itu menandai satuan sekaligus posisi koma desimal: 4n7 = 4,7 nF, p47 = 0,47 pF, 2u2 = 2,2 µF. Untuk mengonversi kode dengan cepat, pakai alat Kode kapasitor.

KodepFnF / µFPemakaian umum
22022 pF0,022 nFKapasitor di samping kristal 16 MHz
101100 pF0,1 nFFilter dan peredam derau
1021000 pF1 nFFilter
10310.000 pF10 nFPenyaring derau di jalur tombol dan sensor
104100.000 pF100 nF = 0,1 µFDecoupling di pin catu daya setiap IC
474470.000 pF470 nFRangkaian regulator dan filter
1051.000.000 pF1 µFOutput regulator
10610.000.000 pF10 µFInput dan output regulator seperti AMS1117

Ini fakta penting: kebanyakan kapasitor keramik SMD (MLCC) sama sekali tidak bertulisan. Nilai balok kecil berwarna cokelat, krem, atau abu-abu ini hanya bisa diketahui dari label reel atau dengan multimeter yang bisa mengukur kapasitansi. Angka 106 dan 104 yang kamu lihat di board AMS1117 di atas dicetak di board, bukan di kapasitornya. Pada komponen lama atau dari beberapa produsen, kamu mungkin menemukan kode dua karakter berupa satu huruf dan satu digit: hurufnya memberi nilai E24 (A = 1,0; E = 1,5; J = 2,2; N = 3,3; S = 4,7; W = 6,8) dan digitnya jumlah nol dalam pF, jadi S3 = 4,7 × 1000 pF = 4,7 nF. Tulisan X7R, X5R, dan C0G (NP0) di label reel adalah jenis dielektrik: C0G hampir tidak berubah terhadap suhu, sedangkan X7R dan X5R bisa kehilangan sebagian besar kapasitansinya ketika tegangan DC yang diberikan naik.

Kapasitor elektrolit dengan nilai tercetak di bodinya
Kapasitor elektrolit mencantumkan nilai dan tegangannya secara langsung, bukan dengan kode (misalnya 470 µF 16 V); hal yang sama biasanya berlaku untuk kapasitor elektrolit aluminium SMD.

Kapasitor tantalum biasanya berbodi persegi panjang berwarna kuning, oranye, atau hitam. Kapasitor ini memakai kode pF (106 = 10 µF, 476 = 47 µF, 107 = 100 µF) dan sering kali huruf tegangan: J = 6,3 V, A = 10 V, C = 16 V, D = 20 V, E = 25 V, V = 35 V. Beberapa produsen mencetak tegangannya langsung, bukan hurufnya. Kapasitor elektrolit aluminium SMD berupa kaleng logam kecil; nilainya dicetak langsung dalam µF dan tanda setengah lingkaran hitam di atasnya menandai kaki negatif (−). Tulisan seperti 2A104J pada kapasitor film dan kapasitor keramik yang lebih besar terbagi menjadi tiga bagian: 2A = 100 V, 104 = 100 nF, J = ±5%. Kode tegangan umum lainnya adalah 1C = 16 V, 1E = 25 V, 1H = 50 V, dan 2J = 630 V. Info lebih lanjut soal jenis-jenis kapasitor ada di Apa Itu Kapasitor?.

Pada kapasitor tantalum, garis atau pita di bodi menandai kaki positif (+), sedangkan pada kapasitor elektrolit sisi yang bertanda adalah negatif. Logika yang terbalik ini adalah kesalahan perakitan yang paling umum. Kapasitor tantalum yang terpasang terbalik akan korsleting, memanas, dan bisa terbakar, jadi selalu cek tanda + di PCB sebelum memasangnya.

Kode transistor dan dioda SMD (1AM, J3Y, A7, M7)

Nomor komponen lengkap tidak muat di kemasan kecil seperti SOT-23, jadi transistor dan dioda diberi kode penanda (marking code) 2–3 karakter. Kode ini tidak mengikuti satu standar: kode yang sama bisa berarti komponen yang sama sekali berbeda dari dua produsen, dan huruf kecil di ujungnya biasanya adalah kode pabrik atau tanggal produksi. Ketika mengidentifikasi komponen, pakai tiga petunjuk sekaligus: jenis kemasan, kode penanda, dan fungsi komponen itu di rangkaian. Untuk transistor bipolar, urutan pin SOT-23 biasanya 1 = basis, 2 = emitor, 3 = kolektor; untuk MOSFET seperti 2N7002 urutannya 1 = gate, 2 = source, 3 = drain. Untuk pinout dan padanannya, lihat alat Transistor, dan untuk cara kerjanya baca Apa Itu Transistor?.

KodeKemasanKomponenFungsinya
1AMSOT-23MMBT3904Transistor NPN (versi SMD dari 2N3904)
2ASOT-23MMBT3906Transistor PNP (versi SMD dari 2N3906)
1PSOT-23MMBT2222ATransistor NPN
1FSOT-23BC847BTransistor NPN (padanan BC547B)
3FSOT-23BC857BTransistor PNP (padanan BC557B)
J3YSOT-23S8050Transistor NPN, sangat umum di modul
2TYSOT-23S8550Transistor PNP
702SOT-232N7002MOSFET sinyal kecil kanal-N
A7SOT-23BAV99Dioda switching ganda yang tersusun seri
T4SOD-1231N4148WDioda switching cepat
M7SMAPadanan 1N4007Dioda penyearah 1 A, 1000 V
SS14SMASS14Dioda Schottky 1 A, 40 V
Pada dioda SMD, garis di bodi menandai katoda. Pada LED SMD, penandanya tergantung produsen: kebanyakan punya garis hijau, titik, atau sudut terpotong di sisi katoda, tapi jangan percaya begitu saja. Atur multimeter-mu ke mode dioda lalu sentuhkan probenya; kalau LED menyala redup, sisi yang tersentuh probe merah adalah anoda. Detailnya ada di Apa Itu Dioda? dan Cara Memakai Multimeter.

Mengukur resistor tanpa tulisan atau yang tak terbaca: ohmmeter Arduino

Kalau kodenya sudah aus, komponennya berukuran 0402, atau kamu tidak yakin dengan hasilnya, cara paling andal adalah mengukurnya. Ketika mengukur dengan multimeter, lepaskan resistor dari rangkaian kalau bisa, atau setidaknya angkat satu ujungnya; jalur paralel di rangkaian membuat hasil ukur lebih rendah dari nilai sebenarnya. Kalau tidak punya multimeter, kamu bisa membuat ohmmeter sederhana dengan Arduino. Rangkaiannya adalah pembagi tegangan: kamu menghubungkan resistor referensi yang nilainya diketahui (Rref) secara seri dengan resistor yang akan diukur (Rx), lalu membaca tegangan di titik tengahnya dengan pin analog. Karena pembacaan analog Arduino bersifat rasiometrik terhadap tegangan catu, rumusnya sangat sederhana: Rx = Rref × pembacaan / (1024 − pembacaan). Hasil paling akurat didapat ketika Rx mendekati Rref: dengan referensi 10 kΩ kamu bisa mengukur resistor antara 1 kΩ dan 100 kΩ dengan akurasi sekitar ±2%. Pakai referensi 1 kΩ untuk nilai sekitar 100 Ω dan referensi 1 MΩ untuk megaohm, lalu perbarui konstanta RREF; mengukur nilai asli referensi sekali dengan multimeter lalu memasukkannya ke kode akan meningkatkan akurasi secara nyata.

KoneksiArduino UnoESP32Raspberry Pi Pico
Ujung atas Rref5V3V33V3(OUT)
Titik pertemuan Rref dan RxA0GPIO 34GP26 (ADC0)
Ujung bawah RxGNDGNDGND
C++ (Arduino IDE)
1// Basit ohmmetre: 5V - Rref - A0 - Rx - GND / Simple ohmmeter: 5V - Rref - A0 - Rx - GND
2const float RREF = 10000.0;   // bilinen direnç, multimetreyle ölçtüğün değeri yaz / known resistor, enter its measured value
3const int OLCUM_PIN = A0;
4
5void setup() {
6  Serial.begin(9600);
7}
8
9void loop() {
10  long toplam = 0;
11  for (int i = 0; i < 16; i++) {          // 16 okumanın ortalaması / average of 16 readings
12    toplam += analogRead(OLCUM_PIN);
13    delay(2);
14  }
15  float ham = toplam / 16.0;
16
17  if (ham > 1018) {
18    Serial.println(F("Acik devre / Open circuit"));
19  } else if (ham < 2) {
20    Serial.println(F("Kisa devre / Short circuit"));
21  } else {
22    float rx = RREF * ham / (1024.0 - ham); // Rx = Rref * ham / (1024 - ham)
23    Serial.print(F("Rx = "));
24    if (rx >= 1000) {
25      Serial.print(rx / 1000.0, 2);
26      Serial.println(F(" kOhm"));
27    } else {
28      Serial.print(rx, 1);
29      Serial.println(F(" Ohm"));
30    }
31  }
32  delay(1000);
33}

Biar Arduino yang mengerjakan: dekoder kode SMD di Serial Monitor

Program di bawah menerapkan semua aturan resistor di artikel ini: program ini memahami kode 3 dan 4 digit, penulisan R, EIA-96, dan jumper 0 ohm. Buka Serial Monitor di 9600 baud dengan akhir baris “Newline”, ketik kode seperti 4702 atau 68X, lalu tekan Enter. Karena huruf R bisa berarti koma desimal sekaligus pengali EIA-96, program ini memperlakukan kode yang mengandung R sebagai penulisan desimal lebih dulu (47R = 47 Ω); alat Kode SMD juga mengikuti aturan yang sama. Tabel E96 disimpan di flash dengan PROGMEM, jadi tidak menghabiskan RAM 2 KB milik Uno. Kodenya juga bisa dikompilasi dan berjalan di ESP32 tanpa perubahan apa pun. Kalau ini pertama kalinya kamu memakai Serial Monitor, lihat Serial Monitor Arduino.

C++ (Arduino IDE)
1// SMD direnç kodu çözücü: Seri Monitör'e kodu yaz, değeri gör / SMD resistor code decoder: type a code in the Serial Monitor, see the value
2const uint16_t E96[96] PROGMEM = {
3  100, 102, 105, 107, 110, 113, 115, 118, 121, 124, 127, 130, 133, 137, 140, 143,
4  147, 150, 154, 158, 162, 165, 169, 174, 178, 182, 187, 191, 196, 200, 205, 210,
5  215, 221, 226, 232, 237, 243, 249, 255, 261, 267, 274, 280, 287, 294, 301, 309,
6  316, 324, 332, 340, 348, 357, 365, 374, 383, 392, 402, 412, 422, 432, 442, 453,
7  464, 475, 487, 499, 511, 523, 536, 549, 562, 576, 590, 604, 619, 634, 649, 665,
8  681, 698, 715, 732, 750, 768, 787, 806, 825, 845, 866, 887, 909, 931, 953, 976
9};
10
11// EIA-96 harf çarpanı; bilinmeyen harfte -1 / EIA-96 letter multiplier; -1 for an unknown letter
12float eiaCarpan(char c) {
13  switch (c) {
14    case 'Z': return 0.001;
15    case 'Y': case 'R': return 0.01;
16    case 'X': case 'S': return 0.1;
17    case 'A': return 1;
18    case 'B': case 'H': return 10;
19    case 'C': return 100;
20    case 'D': return 1000;
21    case 'E': return 10000;
22    case 'F': return 100000;
23    default: return -1;
24  }
25}
26
27// Kodu ohma çevirir, geçersizse -1 döner / Converts the code to ohms, returns -1 if invalid
28float smdCoz(String kod) {
29  kod.trim();
30  kod.toUpperCase();
31  int n = kod.length();
32  if (n == 0 || n > 5) return -1;
33
34  int r = kod.indexOf('R');
35  if (r >= 0) {                                  // R ondalık virgüldür: 4R7, R47, 47R / R is the decimal point
36    if (kod.lastIndexOf('R') != r || n < 2) return -1;
37    for (int i = 0; i < n; i++) {
38      if (i != r && !isDigit(kod[i])) return -1;
39    }
40    kod.replace('R', '.');
41    return kod.toFloat();                        // "4.7" -> 4.7, ".47" -> 0.47
42  }
43
44  if (n == 3 && isDigit(kod[0]) && isDigit(kod[1]) && isAlpha(kod[2])) {   // EIA-96: 01C
45    int sira = kod.substring(0, 2).toInt();
46    float carpan = eiaCarpan(kod[2]);
47    if (sira < 1 || sira > 96 || carpan < 0) return -1;
48    return pgm_read_word(&E96[sira - 1]) * carpan;
49  }
50
51  for (int i = 0; i < n; i++) {
52    if (!isDigit(kod[i])) return -1;
53  }
54  if (n <= 2) return kod.toInt() == 0 ? 0 : -1;  // 0 ya da 00: köprü direnci / 0 or 00: jumper
55  long taban = kod.substring(0, n - 1).toInt();  // 3 hane: 2 rakam, 4 hane: 3 rakam / significant digits
56  int sifir = kod[n - 1] - '0';                  // son hane: sıfır sayısı / last digit: number of zeros
57  float deger = taban;
58  for (int i = 0; i < sifir; i++) deger *= 10;
59  return deger;
60}
61
62void ohmYaz(float r) {
63  if (r >= 1e6) { Serial.print(r / 1e6, 3); Serial.println(F(" MOhm")); }
64  else if (r >= 1e3) { Serial.print(r / 1e3, 3); Serial.println(F(" kOhm")); }
65  else { Serial.print(r, 3); Serial.println(F(" Ohm")); }
66}
67
68void setup() {
69  Serial.begin(9600);
70  Serial.println(F("SMD kodunu yaz (or. 103, 4702, 4R7, 01C) / Type an SMD code"));
71}
72
73void loop() {
74  if (Serial.available()) {
75    String kod = Serial.readStringUntil('\n');
76    kod.trim();
77    if (kod.length() == 0) return;
78    float r = smdCoz(kod);
79    Serial.print(kod);
80    Serial.print(F(" = "));
81    if (r < 0) Serial.println(F("gecersiz kod / invalid code"));
82    else ohmYaz(r);
83  }
84}

Mengukur dengan ESP32 dan Raspberry Pi Pico

Untuk memakai kode ohmmeter di ESP32, ganti pin pengukurnya ke 34 dan hubungkan ujung atas Rref ke pin 3V3. GPIO 34 termasuk grup ADC1, yang tetap bekerja selama Wi-Fi menyala. Berbeda dengan Uno, ADC ESP32 tidak rasiometrik terhadap tegangan catunya dan tidak linear di dekat ujung rentangnya, jadi sekadar mengganti 1024 dengan 4096 di rumus bisa menghasilkan error lebih dari 10 persen. Sebagai gantinya, pakai analogReadMilliVolts(), yang mengembalikan milivolt yang sudah terkalibrasi, lalu tulis rumusnya sebagai Rx = Rref × V / (3300 − V), dengan V dalam milivolt; memasukkan tegangan yang kamu ukur di pin 3V3 dengan multimeter sebagai pengganti 3300 akan membuat hasilnya lebih baik lagi. Karena ADC jenuh di sekitar 3,1 V, turunkan ambang rangkaian terbuka ke sekitar 3000 mV dan jaga resistor yang diukur tetap dekat dengan nilai referensi. Di Raspberry Pi Pico, kode MicroPython di bawah sekaligus memecahkan kode SMD dan mengukur hambatan di GP26. read_u16() di Pico mengembalikan nilai 0 sampai 65535, jadi angka 1024 di rumus berubah menjadi 65535 di sini. Kalau kamu baru mengenal Pico, mulai dari Apa Itu Raspberry Pi Pico?.

MicroPython
1from machine import ADC
2import time
3
4E96 = [100, 102, 105, 107, 110, 113, 115, 118, 121, 124, 127, 130, 133, 137, 140, 143,
5       147, 150, 154, 158, 162, 165, 169, 174, 178, 182, 187, 191, 196, 200, 205, 210,
6       215, 221, 226, 232, 237, 243, 249, 255, 261, 267, 274, 280, 287, 294, 301, 309,
7       316, 324, 332, 340, 348, 357, 365, 374, 383, 392, 402, 412, 422, 432, 442, 453,
8       464, 475, 487, 499, 511, 523, 536, 549, 562, 576, 590, 604, 619, 634, 649, 665,
9       681, 698, 715, 732, 750, 768, 787, 806, 825, 845, 866, 887, 909, 931, 953, 976]
10EIA = {"Z": 0.001, "Y": 0.01, "R": 0.01, "X": 0.1, "S": 0.1, "A": 1,
11       "B": 10, "H": 10, "C": 100, "D": 1000, "E": 10000, "F": 100000}
12
13def smd_coz(kod):
14    kod = kod.strip().upper()
15    if "R" in kod:                                    # R ondalık virgüldür: 4R7, R47 / R is the decimal point
16        if kod.count("R") != 1 or not kod.replace("R", "").isdigit():
17            return None
18        return float(kod.replace("R", "."))
19    if len(kod) == 3 and kod[:2].isdigit() and kod[2] in EIA:   # EIA-96: 01C
20        sira = int(kod[:2])
21        return E96[sira - 1] * EIA[kod[2]] if 1 <= sira <= 96 else None
22    if kod.isdigit():
23        if len(kod) <= 2:
24            return 0.0 if int(kod) == 0 else None     # 0 ya da 00: köprü / 0 or 00: jumper
25        return int(kod[:-1]) * 10 ** int(kod[-1])     # son hane sıfır sayısı / last digit = number of zeros
26    return None
27
28def ohm_yaz(r):
29    if r >= 1e6:
30        return "{:.3g} MOhm".format(r / 1e6)
31    if r >= 1e3:
32        return "{:.3g} kOhm".format(r / 1e3)
33    return "{:.3g} Ohm".format(r)
34
35adc = ADC(26)                  # GP26 = ADC0
36RREF = 10000                   # 3V3 ile GP26 arasındaki bilinen direnç / known resistor between 3V3 and GP26
37
38def olc():
39    toplam = 0
40    for _ in range(32):        # 32 okumanın ortalaması / average of 32 readings
41        toplam += adc.read_u16()
42        time.sleep_ms(2)
43    ham = toplam / 32
44    if ham > 65000:
45        return None            # açık devre / open circuit
46    return RREF * ham / (65535 - ham)
47
48for kod in ("103", "4702", "4R7", "01C", "68X"):
49    print(kod, "=", ohm_yaz(smd_coz(kod)))
50
51while True:
52    rx = olc()
53    print("Rx =", ohm_yaz(rx) if rx is not None else "acik devre / open circuit")
54    time.sleep(1)

Kesalahan umum dan cara mengatasinya

KesalahanPenyebabSolusi
Mengira resistor bertuliskan 100 bernilai 100 ΩDigit terakhir adalah jumlah nol100 = 10 Ω; 100 Ω ditulis 101 atau 1000
Mengira 01C bernilai 100 ΩKode EIA-96 adalah nomor urut01 = 100, C = × 100; hasilnya 10 kΩ
Menganggap semua komponen bertuliskan 104 bernilai 100 kΩKode kapasitor dalam pFKenali jenis komponennya; pada kapasitor 104 = 100 nF
Nilai terbaca rendah ketika diukur di rangkaianAda komponen lain yang terhubung paralelLepaskan resistor atau angkat satu ujungnya sebelum mengukur
Komponen yang kamu pesan ternyata mungil sekali0603 imperial dan metrik tertukarCek padanan metriknya (1608) ketika memesan
Kapasitor tantalum jadi panasTerpasang terbalikUjung yang berpita adalah positif; ganti komponennya
Kode memberi nilai yang tidak masuk akalTerbaca terbalik, atau komponennya bukan resistorPutar 180 derajat lalu baca lagi; ukur kalau perlu
Ketika mengganti resistor SMD yang rusak di modul, pilih komponen dengan nilai dan ukuran yang sama, atau satu ukuran lebih besar kalau pad-nya memungkinkan, dan jangan lupakan batas dayanya. Untuk menyolder, pakai solder bermata halus, pinset, dan flux: pertama beri sedikit timah di salah satu pad, pegang komponen dengan pinset lalu dudukkan di pad itu, kemudian solder ujung lainnya. Detailnya ada di Cara Menyolder.

Ide untuk berlatih membaca kode SMD

  • Periksa board-mu: Baca kode resistor di Arduino Nano atau board ESP32-mu; cari kode 102 atau 103 di samping LED dan cari tahu resistor mana yang memberi arus ke LED mana.
  • Ohmmeter dengan layar: Gabungkan ohmmeter di atas dengan layar LCD I2C untuk membuat pengukur hambatan portabel.
  • Pengukur kapasitansi: Cari nilai kapasitor keramik tanpa tulisan dengan mengisinya lewat resistor dan mengukur konstanta waktu RC; caranya ada di Apa Itu Kapasitor?.
  • PCB buatanmu sendiri: Desain PCB pertamamu dengan resistor dan kapasitor 0805; langkah-langkahnya ada di desain PCB dengan EasyEDA.
  • Pengukur tegangan baterai: Buat pembagi dari dua resistor SMD dan ukur baterai 9 V dengan Arduino; pilih resistornya dengan alat Pembagi tegangan.
  • Kotak komponen yang rapi: Simpan komponen SMD yang kamu lepas di kotak berlabel kodenya; ukur komponen tanpa tulisan dan tulis nilainya di label.

Membaca kode SMD awalnya mungkin terasa seperti memecahkan sandi, tapi begitu kamu menguasai beberapa aturan, setiap resistor dan kapasitor di board mulai memberi tahu apa tugasnya. Kalau ingin mengulang cara kerja resistor bergelang warna, lihat Apa Itu Resistor?. Di aplikasi BlueGrays kamu akan menemukan proyek-proyek tempat resistor memegang peran kunci, mulai dari menyalakan LED dan mengukur cahaya dengan LDR sampai pengukuran suhu dengan NTC dan voltmeter digital, masing-masing dengan skema rangkaian dan kode langkah demi langkah.

Pertanyaan umum

Apa arti 103 pada resistor SMD?

103 berarti 10 diikuti tiga nol: 10.000 Ω, atau 10 kΩ. Pada kode tiga digit, dua digit pertama adalah nilainya dan digit terakhir adalah jumlah nol. Resistor 10 kΩ yang sama bisa bertuliskan 1002 pada versi 1%, atau 01C dengan kode EIA-96 di ukuran 0603.

Berapa ohm resistor SMD bertuliskan 100?

Kode 100 bernilai 10 Ω, bukan 100 Ω: artinya 10 tanpa tambahan nol. Resistor 100 Ω ditulis 101 di kode tiga digit dan 1000 di kode empat digit. Ini kesalahan paling umum ketika membaca kode SMD.

Berapa nilai resistor SMD 01C?

01C adalah kode EIA-96 dan setara dengan 10 kΩ. 01 mewakili 100, nilai pertama di deret E96, dan huruf C adalah pengali × 100. Kode ini dipakai pada resistor 1% berukuran 0603, dan nilainya hanya bisa dibaca dari tabel atau alat dekoder kode.

Apa arti 104 pada kapasitor?

104 berarti 10 diikuti empat nol dalam pikofarad: 100.000 pF = 100 nF = 0,1 µF. Namun kebanyakan kapasitor keramik SMD sama sekali tidak bertulisan; tulisan 104 biasanya kamu lihat di kapasitor keramik cakram through-hole, kapasitor tantalum, atau tercetak di board.

Apa bedanya resistor SMD 0805 dan 1206?

Bedanya ada di ukuran, dan karena itu juga rating dayanya. 0805 berukuran sekitar 2,0 × 1,25 mm dan umumnya ber-rating 1/8 W, sedangkan 1206 berukuran 3,2 × 1,6 mm dan 1/4 W. Nilainya memakai kode yang sama; 1206 lebih nyaman untuk rangkaian yang membuang daya lebih besar dan untuk disolder dengan tangan.

Bagaimana cara mengukur resistor SMD tanpa tulisan?

Atur multimeter ke rentang ohm dan, kalau bisa, ukur resistor setelah dilepas dari rangkaian, karena jalur paralel membuat hasil ukurnya rendah. Resistor berukuran 0402 dan yang lebih kecil tidak punya kode tercetak, jadi mengukur adalah satu-satunya pilihan. Tanpa multimeter, kamu bisa membuat ohmmeter sederhana dengan Arduino memakai resistor referensi yang nilainya diketahui.

Lihat semua proyek
LED Berkedip
#1Pemula

LED Berkedip

"Halo" pertama di dunia elektronika: menyalakan dan mematikan satu LED. Arduino menyalakan dan mematikan LED dengan jeda singkat, sehingga cahayanya berkedip cepat. Kamu melihat dengan cara paling sed

4.6(188)
1127
Mengukur Intensitas Cahaya dengan LDR
#11Pemula

Mengukur Intensitas Cahaya dengan LDR

Ingin melihat seberapa terang kamarmu dalam bentuk angka? LDR, komponen kecil yang bereaksi terhadap cahaya, mengukur cahaya di sekitarnya, dan Arduino menulis nilainya ke layar komputermu setiap sete

4.6(81)
139
LED Berkedip dengan ESP32
#103Pemula

LED Berkedip dengan ESP32

Mengajarkan penggunaan output GPIO dasar dengan ESP32. Kita membuat efek berkedip dengan menyalakan dan mematikan LED dari pin digital. Versi ESP32 dari proyek blink klasik di Arduino UNO; perintah blink dasar di lingkungan Arduino sama, tetapi susunan pin ESP32 dan level GPIO 3,3 V-nya berbeda dengan Arduino UNO.

4.7(37)
99
Membaca Intensitas Cahaya dengan Modul LDR ESP32
#113Pemula

Membaca Intensitas Cahaya dengan Modul LDR ESP32

Memantau secara real-time di Serial Monitor nilai ADC mentah modul LDR dan persentase cahaya relatif yang dihitung dari nilai acuan gelap dan terang. Persentase ini bukan pengukuran lux. Mengajarkan logika kalibrasi modul. Ideal dikerjakan sebelum Proyek 10, karena dipakai untuk menentukan nilai ambang.

4.6(36)
55
Raspberry Pi Pico: Mengendalikan LED Eksternal (Breadboard)
#148Pemula

Raspberry Pi Pico: Mengendalikan LED Eksternal (Breadboard)

Langkah berikutnya setelah LED bawaan Pico: menyambungkan LED eksternal ke breadboard dan mengendalikannya lewat pin GP14. Di proyek ini, kamu belajar memakai pin GPIO serbaguna Pico mana pun sebagai output, polaritas LED (kaki panjang = anoda/+, kaki pendek = katoda/–), dan kenapa resistor pembatas arus (220Ω) diperlukan. Tanpa resistor, arus berlebih mengalir melalui LED dan LED bisa terbakar. Rangkaiannya sangat sederhana: Pico GP14 → resistor 220Ω → LED → GND.

4.5(2)
7
Voltmeter Digital dengan Layar LCD
#56Menengah
Premium

Voltmeter Digital dengan Layar LCD

Cari tahu berapa tegangan yang diberikan baterai atau adaptor daya dengan alat ukur buatanmu sendiri. Pembagi dari dua resistor menurunkan tegangan tinggi ke tingkat yang bisa dibaca board, dan Arduin

4.5(27)
36
Mengukur Suhu dengan NTC dan Layar LCD 2x16
#44Pemula
Premium

Mengukur Suhu dengan NTC dan Layar LCD 2x16

Ukur suhu di sekitarmu dengan sensor yang mirip manik-manik kecil. Komponen bernama NTC ini makin mudah dilewati listrik ketika makin hangat; Arduino membaca perubahan itu, mengubahnya menjadi derajat

4.5(33)
44
Menggunakan LED RGB
#39Pemula
Premium

Menggunakan LED RGB

Tiga warna tersembunyi di dalam satu LED: LED RGB menyala merah, lalu hijau, lalu biru, setiap warna menyala setengah detik dan mati setengah detik, sebelum siklusnya dimulai lagi. Yang kamu butuhkan

4.9(73)
98