Hukum Kirchhoff: Penjelasan KCL dan KVL dengan Contoh Soal dan Pembahasan
Penjelasan hukum Kirchhoff: hukum arus (KCL) dan hukum tegangan (KVL), simpul, loop, dan aturan tanda, 3 rangkaian dengan pembahasan, dicek dengan Arduino dan multimeter.
Hukum Kirchhoff adalah dua aturan dasar yang menjelaskan bagaimana arus dan tegangan terbagi di dalam rangkaian listrik. Hukum arus Kirchhoff (KCL) berbunyi: jumlah arus yang masuk ke sebuah simpul sama dengan jumlah arus yang keluar dari simpul itu. Hukum tegangan Kirchhoff (KVL) berbunyi: kalau kamu mengelilingi sebuah loop tertutup sampai kembali ke titik awal, jumlah bertanda semua tegangan yang kamu temui sama dengan nol. Fisikawan Jerman Gustav Kirchhoff menerbitkan kedua aturan ini pada tahun 1845, ketika ia masih mahasiswa; sekarang semua analisis rangkaian, dari satu LED sampai motherboard ponselmu, berdiri di atas dua kalimat ini.
Hukum Ohm memberi hubungan antara tegangan, arus, dan hambatan pada satu komponen; hukum Kirchhoff memperhitungkan bagaimana komponen-komponen itu terhubung satu sama lain. Kalau dipakai bersama, keduanya memungkinkanmu menyelesaikan rangkaian dengan beberapa cabang, bahkan dengan beberapa sumber daya, cukup dengan kertas dan pena. Di artikel ini kamu akan menemukan konsep simpul dan loop, aturan tanda yang paling sering membingungkan, tiga rangkaian yang dibahas langkah demi langkah, eksperimen untuk membuktikan hukum ini dengan mengukur memakai Arduino, ESP32, dan Raspberry Pi Pico, pengecekan dengan multimeter, serta kesalahan yang paling sering dibuat siswa.

Apa itu hukum Kirchhoff? Simpul, cabang, dan loop
Sebelum menerapkan hukum Kirchhoff, kamu perlu membaca rangkaian dengan benar, dan untuk itu cukup empat konsep. Simpul (node) adalah titik tempat tiga komponen atau lebih bertemu; semua kaki yang ditancapkan di baris breadboard yang sama membentuk satu simpul, karena kabel ideal dianggap tidak punya hambatan. Cabang (branch) adalah jalur di antara dua simpul yang hanya dilewati satu arus; satu cabang bisa berisi satu komponen atau beberapa komponen yang tersusun seri. Loop adalah jalur tertutup yang berawal dari sebuah simpul, mengikuti cabang-cabang, lalu kembali ke simpul yang sama. Loop terkecil yang tidak memuat loop lain di dalamnya disebut mesh. Kalau kamu masih kesulitan membaca diagram rangkaian, lihat dulu Cara Membaca Skema Rangkaian.
| Istilah | Definisi | Contoh di rangkaian Arduino |
|---|---|---|
| Simpul (node) | Titik tempat tiga komponen atau lebih bertemu | Titik tengah tempat dua resistor pembagi tegangan dan bebannya bertemu (simpul A di Contoh 2) |
| Cabang (branch) | Jalur di antara dua simpul yang dilewati satu arus | Jalur yang terdiri dari pin digital, resistor 220 Ω, dan LED |
| Loop | Jalur tertutup yang kembali ke simpul awalnya | 5V → resistor → LED → GND → 5V |
| Mesh | Loop terkecil, tanpa loop lain di dalamnya | Cincin di antara dua cabang LED yang terhubung paralel |
| Simpul referensi | Titik 0 V yang menjadi acuan pengukuran tegangan | Pin GND Arduino |
Hukum arus Kirchhoff (KCL): arus masuk sama dengan arus keluar
Rumus hukum arus adalah ΣI masuk = ΣI keluar. Hal yang sama bisa kamu tulis sebagai ΣI = 0 dengan menghitung arus masuk sebagai positif dan arus keluar sebagai negatif. Di balik hukum ini ada kekekalan muatan: elektron tidak bisa menumpuk di sebuah simpul atau muncul begitu saja, jadi berapa pun muatan yang mengalir masuk ke satu titik harus mengalir keluar pada waktu yang sama. Bayangkan air di dalam pipa: kalau pipa yang mengalirkan 30 liter per menit bercabang dua dan 10 liter mengalir lewat satu cabang, maka tepat 20 liter harus mengalir lewat cabang lainnya. Listrik bekerja dengan cara yang sama: ketika arus 30 mA terbagi ke dua cabang dan salah satunya menarik 10 mA, cabang lainnya menarik 20 mA.
Ayo berlatih dengan contoh. I1 = 50 mA dan I2 = 20 mA mengalir masuk ke sebuah simpul, sedangkan I3 = 15 mA mengalir keluar; kita mencari arus I4 di kabel keempat dan menganggap arus itu juga mengalir keluar. Menurut KCL, 50 + 20 = 15 + I4, jadi I4 = 55 mA. Kalau kamu menganggap I4 mengalir masuk ke simpul, persamaannya menjadi 50 + 20 + I4 = 15, sehingga I4 = −55 mA. Tanda minus itu bukan kesalahan; tanda itu hanya memberi tahu bahwa arus mengalir berlawanan dengan arah yang kamu anggap. Kamu bertemu hukum ini setiap hari di proyek Arduino: total arus yang keluar dari pin 5V board adalah jumlah arus semua sensor, LED, dan modul yang terpasang di jalur itu. Perhitungan yang kamu lakukan ketika memilih catu daya sebenarnya adalah perhitungan KCL.
Hukum tegangan Kirchhoff (KVL): jumlahnya nol di sepanjang loop tertutup
Rumus hukum tegangan adalah ΣV = 0: ketika kamu mengelilingi sebuah loop tertutup, jumlah kenaikan tegangan dari sumber sama dengan jumlah penurunan tegangan pada resistor dan komponen lainnya. Hukum ini berasal dari kekekalan energi. Bayangkan mendaki gunung: kalau kamu naik ke puncak bukit lalu turun lewat jalur yang berbeda sampai kembali ke titik awal, total perubahan ketinggianmu adalah nol. Di dalam rangkaian, sumber daya mengangkat muatan ke “ketinggian” tertentu, lalu resistor dan LED memakainya sedikit demi sedikit; begitu kamu kembali ke titik awal, jumlahnya kembali nol.
KVL punya dua konsekuensi penting. Pertama, tegangan komponen yang tersusun seri jika dijumlahkan sama dengan tegangan sumber: kalau tiga resistor yang diseri dengan baterai 9 V masing-masing menurunkan 2 V, 3 V, dan 4 V, jumlahnya tepat 9 V. Kedua, semua cabang yang terhubung paralel di antara dua simpul yang sama punya tegangan yang sama, karena dua cabang seperti itu bersama-sama membentuk loop dan tegangan yang turun di satu cabang harus sama dengan tegangan yang turun di cabang lainnya. Semua aturan di Resistor Seri dan Paralel sebenarnya adalah kasus khusus dari dua hukum ini.
Aturan tanda: memilih arah dan plus atau minus
Sebagian besar kesalahan dalam hukum Kirchhoff berasal dari tanda. Aturannya sederhana, tetapi harus diterapkan secara konsisten. Pertama, tentukan arah arus anggapan untuk setiap cabang dan tandai dengan panah di diagram; kamu tidak harus menebak arahnya dengan benar. Lalu pilih arah penelusuran untuk setiap loop (biasanya searah jarum jam) dan, selama mengelilingi loop ke arah itu, tulis tegangan setiap komponen yang kamu temui sesuai tabel di bawah. Konvensi yang kita pakai di artikel ini: kenaikan tegangan ditulis positif, penurunan tegangan ditulis negatif.
| Komponen | Arah penelusuran | Yang ditulis di persamaan KVL |
|---|---|---|
| Resistor | Searah dengan arus anggapan | −I × R (tegangan turun) |
| Resistor | Berlawanan dengan arus anggapan | +I × R (tegangan naik) |
| Sumber tegangan (baterai, adaptor) | Dari − ke + | +V |
| Sumber tegangan (baterai, adaptor) | Dari + ke − | −V |
| LED atau dioda (menghantar) | Dari anoda ke katoda | −Vf (penurunan yang kira-kira tetap) |
Cara menerapkan hukum Kirchhoff bersama hukum Ohm, langkah demi langkah
- Gambar rangkaiannya; beri label huruf pada simpul (A, B…), beri nama resistor dan sumber, lalu pilih GND sebagai simpul referensi.
- Tentukan satu arus untuk setiap cabang (I1, I2, I3…) dan tunjukkan arahnya dengan panah.
- Kalau ada n simpul, tulis persamaan KCL untuk n − 1 simpul mana saja.
- Kalau ada b cabang, tulis persamaan KVL untuk b − n + 1 loop independen (biasanya mesh).
- Tulis tegangan resistor sebagai I × R dengan hukum Ohm, sehingga yang tersisa sebagai variabel yang belum diketahui hanya arus.
- Selesaikan sistem persamaannya dengan substitusi atau eliminasi; kalau kamu bekerja dalam kΩ dan mA, hasilnya langsung keluar dalam volt.
- Cek jawabanmu: pastikan KVL berlaku untuk loop yang tidak kamu pakai dan daya yang diberikan sumber sama dengan daya yang dibuang di resistor.
Kenapa jumlah persamaannya seperti itu? Setiap arus cabang adalah variabel yang belum diketahui, jadi ada b variabel. Kalau kamu menulis KCL untuk semua n simpul, persamaan terakhir bisa diturunkan dari persamaan lainnya, jadi hanya n − 1 persamaan yang memberi informasi baru. KVL melengkapi b − (n − 1) persamaan sisanya. Metode analisis simpul (nodal) dan analisis mesh yang akan kamu temui di kelas hanyalah penerapan terstruktur dari dua hukum ini: di analisis simpul kamu menulis KCL dalam bentuk tegangan simpul, dan di analisis mesh kamu menulis KVL dalam bentuk arus mesh. Kalkulator hukum Ohm dan kalkulator resistor seri-paralel mempercepat hitungannya.
Contoh 1: rangkaian seri dengan LED dan resistor
Ketika pin digital Arduino bernilai HIGH, pin itu mengeluarkan 5 V. Kita menghubungkan resistor 220 Ω ke pin itu dan LED merah ke ujung lain resistor, dengan katoda LED menuju GND. Rangkaian ini hanya punya satu cabang dan satu loop, jadi satu persamaan KVL sudah cukup. Anggap tegangan maju LED merah Vf ≈ 2,0 V. Mulai dari GND dan berkeliling searah arus: pin memberi +5 V, resistor −220 × I, LED −2,0 V. Persamaannya 5 − 220 × I − 2,0 = 0, sehingga I = 3,0 / 220 = 13,6 mA. Sebesar 3,0 V turun di resistor dan 2,0 V di LED; jika dijumlahkan, keduanya sama dengan 5 V dari sumber.
| Komponen | Tegangan | Arus | Daya |
|---|---|---|---|
| Pin Arduino (sumber) | +5,0 V | 13,6 mA | Memberikan 68,2 mW |
| Resistor 220 Ω | −3,0 V | 13,6 mA | Membuang 40,9 mW |
| LED merah | −2,0 V | 13,6 mA | Membuang 27,3 mW |
| Total (KVL dan keseimbangan daya) | 0 V | — | 68,2 = 40,9 + 27,3 mW |
Di rangkaian nyata, hasilnya sedikit berbeda. Tegangan keluaran pin Arduino Uno sedikit turun ketika pin itu memberi arus; di rangkaian ini tegangan pin turun ke sekitar 4,7–4,8 V dan arusnya menjadi sekitar 12,5 mA; tegangan maju LED juga berubah tergantung warna dan arusnya. Meski begitu, metodenya sama: susun persamaan Kirchhoff dan tulis tegangan resistor dengan hukum Ohm. Di Apa Itu LED? sudah kami jelaskan kenapa LED tidak punya hambatan tetap dan sebaiknya diperlakukan sebagai penurunan tegangan yang kira-kira tetap. Resistor yang tepat untuk warna apa pun bisa kamu temukan dalam hitungan detik dengan kalkulator resistor LED.
Contoh 2: pembagi tegangan dengan cabang paralel
Sekarang rangkaian yang sedikit lebih realistis: catu 5 V lebih dulu melewati R1 = 1 kΩ dan sampai di simpul A. Dari simpul A keluar dua cabang: satu menuju GND lewat R2 = 2,2 kΩ, satu lagi lewat R3 = 3,3 kΩ. Ini adalah pembagi tegangan dengan beban yang terpasang pada resistor bawahnya. Satu-satunya tegangan simpul yang belum diketahui adalah VA. Ayo tulis KCL di simpul A: arus yang datang lewat R1 sama dengan jumlah arus yang masuk ke R2 dan R3. Dengan menulis arus dalam bentuk tegangan memakai hukum Ohm (dalam kΩ dan mA), kita dapat (5 − VA) / 1 = VA / 2,2 + VA / 3,3. Ruas kanan sama dengan VA × 0,7576, sehingga persamaannya menjadi 5 = VA × 1,7576 dan VA ≈ 2,845 V.
| Besaran | Perhitungan | Hasil |
|---|---|---|
| I1 (lewat R1) | (5 − 2,845) / 1 kΩ | 2,155 mA |
| I2 (lewat R2) | 2,845 / 2,2 kΩ | 1,293 mA |
| I3 (lewat R3) | 2,845 / 3,3 kΩ | 0,862 mA |
| Cek KCL | I2 + I3 | 2,155 mA = I1 |
| Keseimbangan daya | 5 V × 2,155 mA | 10,78 mW = 4,64 + 3,68 + 2,45 mW |
Sekarang ayo cek dengan KVL. Di mesh kiri yang dibentuk oleh sumber, R1, dan R2 (5 V → R1 → R2 → GND), kita dapat 5 − 2,155 − 2,845 = 0. Di mesh kanan yang dibentuk oleh R2 dan R3, kedua resistor punya tegangan yang sama (2,845 V) dan selisihnya nol; itulah sebabnya cabang paralel punya tegangan yang sama. Hasil yang sama juga bisa kamu dapat dengan hambatan ekuivalen: R2 ∥ R3 = 1,32 kΩ, totalnya 2,32 kΩ, dan 5 / 2,32 = 2,155 mA. Pelajaran praktis dari contoh ini: sebelum R3 dipasang, keluaran pembagi adalah 5 × 2,2 / 3,2 ≈ 3,44 V; begitu beban dipasang, keluarannya turun ke 2,845 V. Rumus pembagi tegangan hanya benar kalau tidak ada arus yang ditarik dari keluarannya; ketika kamu menambahkan beban, hitungannya harus diulang dengan KCL. Untuk cek cepat, kamu bisa memakai kalkulator pembagi tegangan.
Contoh 3: rangkaian dengan dua sumber dan arus negatif
Kekuatan sebenarnya dari hukum Kirchhoff terlihat pada rangkaian yang tidak bisa diselesaikan dengan penyederhanaan seri-paralel. Di sebelah kiri, sumber V1 = 9 V terhubung ke simpul bersama A lewat R1 = 1 kΩ; di sebelah kanan, sumber V2 = 5 V terhubung ke simpul yang sama lewat R2 = 1 kΩ; dari simpul A, resistor beban R3 = 2 kΩ turun ke GND. Terminal negatif kedua sumber berada di GND. Anggap arusnya seperti ini: I1 dan I2 mengalir dari sumber menuju A, dan I3 mengalir dari A ke GND. Dengan dua simpul (A dan GND) dan tiga cabang, kita akan menulis 1 persamaan KCL dan 2 persamaan KVL (dalam kΩ dan mA):
- KCL (simpul A): I1 + I2 = I3
- KVL (mesh kiri): 9 − 1 × I1 − 2 × I3 = 0
- KVL (mesh kanan): 5 − 1 × I2 − 2 × I3 = 0
Dengan mengganti I3 menjadi I1 + I2, mesh kiri menjadi 3 × I1 + 2 × I2 = 9 dan mesh kanan 2 × I1 + 3 × I2 = 5. Kalikan persamaan pertama dengan 3 dan persamaan kedua dengan 2, kurangkan keduanya, dan kamu dapat 5 × I1 = 17, jadi I1 = 3,4 mA. Substitusikan kembali dan hasilnya I2 = −0,6 mA serta I3 = 2,8 mA. I2 yang negatif menunjukkan bahwa arus tidak mengalir dari sumber 5 V ke A, tetapi dari A ke terminal positif sumber 5 V: sumber 9 V memberi daya ke beban sekaligus mendorong 0,6 mA masuk ke sumber 5 V. Ayo cek dengan keseimbangan daya: V1 memberikan 9 × 3,4 = 30,6 mW; R1 membuang 11,56 mW, R2 0,36 mW, dan R3 15,68 mW, sedangkan V2 menyerap 5 × 0,6 = 3 mW. Totalnya lagi-lagi 30,6 mW, jadi solusinya benar. Loop luar yang tidak kita pakai juga berlaku: 9 − 3,4 − 0,6 − 5 = 0.
Membuktikan hukum Kirchhoff dengan mengukur memakai Arduino
Untuk melihat teori ini dalam eksperimen, ayo gabungkan pembagi tegangan dan LED dalam satu rangkaian. Dari pin 5V, lewati R1 = 330 Ω menuju titik A. Dari titik A keluar dua cabang: satu menuju GND lewat R2 = 2,2 kΩ, satu lagi lewat R3 = 220 Ω menuju titik B lalu dari situ ke anoda LED merah; katoda LED terhubung ke GND. Board akan membaca tegangan di titik A dan B lewat input analognya, menghitung arus setiap resistor dengan hukum Ohm, dan menunjukkan apakah KCL berlaku di simpul A. Pertama, prediksi: dengan menganggap LED sebagai penurunan tetap 1,9 V dan menulis KCL di simpul A, persamaan (5 − VA) / 330 = VA / 2200 + (VA − 1,9) / 220 memberi VA ≈ 2,96 V, I1 ≈ 6,2 mA, I2 ≈ 1,35 mA, dan I3 ≈ 4,8 mA.
| Titik rangkaian | Arduino Uno | ESP32 | Raspberry Pi Pico |
|---|---|---|---|
| Catu (ujung atas R1) | 5V | 3V3 | 3V3(OUT), pin 36 |
| Titik A (pertemuan R1, R2, R3) | A0 | GPIO 34 | GP26 (ADC0) |
| Titik B (R3 dan anoda LED) | A1 | GPIO 35 | GP27 (ADC1) |
| Ujung bawah R2 dan katoda LED | GND | GND | GND |
1// Kirchhoff yasalarını ölçerek doğrulama / Verifying Kirchhoff's laws by measurement
2// Besleme -> R1 (330) -> A ; A -> R2 (2.2k) -> GND ; A -> R3 (220) -> B -> LED -> GND
3// Supply -> R1 (330) -> A ; A -> R2 (2.2k) -> GND ; A -> R3 (220) -> B -> LED -> GND
4
5#if defined(ARDUINO_ARCH_ESP32)
6const float VCC = 3.30; // 3V3 pininde ölçtüğün gerilim / voltage you measured on 3V3
7const int PIN_A = 34; // ADC1, yalnız giriş / ADC1, input only
8const int PIN_B = 35;
9float readVolts(int pin) {
10 return analogReadMilliVolts(pin) / 1000.0; // kalibre edilmiş okuma / calibrated reading
11}
12#else
13const float VCC = 5.00; // 5V pininde ölçtüğün gerilim / voltage you measured on 5V
14const int PIN_A = A0;
15const int PIN_B = A1;
16float readVolts(int pin) {
17 return analogRead(pin) * VCC / 1023.0; // 10 bit ADC, referans 5V / 5V reference
18}
19#endif
20
21const float R1 = 330.0; // ohm
22const float R2 = 2200.0;
23const float R3 = 220.0;
24
25float averageVolts(int pin) { // 16 okumanın ortalaması / average of 16 readings
26 float sum = 0;
27 for (int i = 0; i < 16; i++) {
28 sum += readVolts(pin);
29 }
30 return sum / 16.0;
31}
32
33void setup() {
34 Serial.begin(115200);
35}
36
37void loop() {
38 float vA = averageVolts(PIN_A);
39 float vB = averageVolts(PIN_B);
40
41 float vR1 = VCC - vA; // R1 gerilimi / voltage across R1
42 float vR2 = vA; // R2 gerilimi / voltage across R2
43 float vR3 = vA - vB; // R3 gerilimi / voltage across R3
44 float vLed = vB; // LED gerilimi / voltage across the LED
45
46 float i1 = vR1 / R1 * 1000.0; // Ohm kanunu, mA / Ohm's law, mA
47 float i2 = vR2 / R2 * 1000.0;
48 float i3 = vR3 / R3 * 1000.0;
49
50 // KAY: A düğümüne giren = çıkan / KCL: into node A = out of node A
51 Serial.print(F("I1 = "));
52 Serial.print(i1, 2);
53 Serial.print(F(" mA I2 + I3 = "));
54 Serial.print(i2 + i3, 2);
55 Serial.print(F(" mA fark / error = "));
56 Serial.print(i1 - i2 - i3, 3);
57 Serial.println(F(" mA"));
58
59 // KGY: dış çevre / KVL: outer loop
60 Serial.print(F("VR1 + VR3 + VLED = "));
61 Serial.print(vR1, 2);
62 Serial.print(F(" + "));
63 Serial.print(vR3, 2);
64 Serial.print(F(" + "));
65 Serial.print(vLed, 2);
66 Serial.print(F(" = "));
67 Serial.print(vR1 + vR3 + vLed, 2);
68 Serial.print(F(" V kaynak / supply = "));
69 Serial.print(VCC, 2);
70 Serial.println(F(" V"));
71
72 // KGY: paralel kollar aynı gerilimde / KVL: parallel branches share one voltage
73 Serial.print(F("VR2 = "));
74 Serial.print(vR2, 2);
75 Serial.print(F(" V VR3 + VLED = "));
76 Serial.print(vR3 + vLed, 2);
77 Serial.println(F(" V"));
78 Serial.println();
79 delay(2000);
80}Kode ini membaca setiap titik 16 kali lalu merata-ratakan hasilnya, sehingga fluktuasi kecil ADC teredam. Di Arduino Uno, analogRead() mengembalikan angka dari 0 sampai 1023 dengan referensi jalur 5V, jadi satu langkahnya sekitar 4,9 mV. Di bagian ESP32, fungsi analogReadMilliVolts() langsung mengembalikan nilai yang sudah dikalibrasi dalam milivolt; GPIO 34 dan 35 adalah pin khusus input milik unit ADC1, yang tetap bekerja ketika Wi-Fi menyala. Berkat baris #if, kode yang sama bisa dikompilasi di kedua board. Dengan Serial Monitor diatur ke 115200 baud, di Uno kamu akan melihat baris seperti “I1 = 6.17 mA I2 + I3 = 6.17 mA”. Selisih KCL mendekati nol tetapi tidak tepat nol; biasanya di bawah 0,3 mA dan berasal dari toleransi resistor 1–5% serta besarnya langkah ADC. Di ESP32 dengan 3,3 V, I1 sekitar 3,1 mA dan LED menyala lebih redup.
Eksperimen yang sama dengan Raspberry Pi Pico (MicroPython)
Di Pico, beri daya ke rangkaian dari pin 3V3(OUT); hubungkan titik A ke GP26 dan titik B ke GP27. ADC Pico mengembalikan nilai dari 0 sampai 65535 dengan read_u16() dan referensinya sekitar 3,3 V, jadi nilai mentah dikali 3,3 lalu dibagi 65535 menghasilkan tegangannya. Pada 3,3 V, tegangan yang tersisa untuk resistor lebih kecil, sehingga arusnya juga lebih kecil: dengan LED dianggap 1,8 V, perkiraannya VA ≈ 2,26 V, I1 ≈ 3,1 mA, I2 ≈ 1,0 mA, dan I3 ≈ 2,1 mA. Kalau Pico-mu belum disiapkan, ikuti langkah Thonny di Apa Itu Raspberry Pi Pico?.
1from machine import ADC, Pin
2import time
3
4VCC = 3.3 # 3V3(OUT) pininde ölçtüğün gerilim / voltage you measured on 3V3(OUT)
5R1, R2, R3 = 330, 2200, 220 # ohm
6adc_a = ADC(Pin(26)) # GP26 = ADC0, A noktası / node A
7adc_b = ADC(Pin(27)) # GP27 = ADC1, B noktası / node B
8
9def volts(adc):
10 total = 0
11 for _ in range(16): # 16 okumanın ortalaması / average of 16 readings
12 total += adc.read_u16()
13 return total / 16 * VCC / 65535
14
15while True:
16 v_a = volts(adc_a)
17 v_b = volts(adc_b)
18 i1 = (VCC - v_a) / R1 * 1000 # Ohm kanunu, mA / Ohm's law, mA
19 i2 = v_a / R2 * 1000
20 i3 = (v_a - v_b) / R3 * 1000
21 # KAY: A düğümüne giren = çıkan / KCL: into node A = out of node A
22 print("I1 = {:.2f} mA I2 + I3 = {:.2f} mA fark / error = {:.3f} mA".format(i1, i2 + i3, i1 - i2 - i3))
23 print("VR1 = {:.2f} V VR2 = {:.2f} V VR3 = {:.2f} V VLED = {:.2f} V".format(VCC - v_a, v_a, v_a - v_b, v_b))
24 time.sleep(2)Mengecek hukum ini secara eksperimen dengan multimeter

Dengan multimeter, kamu bisa melihat hukum Kirchhoff lewat pengukuran langsung, tanpa menulis kode sama sekali. Untuk KVL, putar sakelar pemilih ke tegangan DC (DCV); ukur tegangan sumber lebih dulu, lalu tegangan setiap komponen di loop satu per satu. Kalau kamu selalu menempelkan probe merah ke ujung yang lebih dulu dilewati sesuai arah penelusuranmu dan probe hitam ke ujung berikutnya, tandanya otomatis benar. Untuk KCL, kamu perlu membuka rangkaian: colokkan kabel merah ke soket mA, lepas cabang yang ingin diukur di satu titik, lalu pasang multimeter secara seri di celah itu. Cara yang lebih praktis adalah mengukur tegangan resistor lalu membaginya dengan nilai resistor untuk mendapatkan arus; dengan cara ini kamu tidak perlu membuka rangkaian sama sekali. Rentang ukur dan sekringnya sudah kami jelaskan secara rinci di Cara Memakai Multimeter.
| Pengukuran | Posisi probe | Perkiraan (pada 5,00 V) |
|---|---|---|
| Sumber | 5V dan GND | 5,00 V |
| V_R1 | 5V dan titik A | ≈ 2,04 V |
| V_R2 | Titik A dan GND | ≈ 2,96 V |
| V_R3 | Titik A dan B | ≈ 1,06 V |
| V_LED | Titik B dan GND | ≈ 1,90 V |
| Cek KVL | V_R1 + V_R3 + V_LED | 2,04 + 1,06 + 1,90 = 5,00 V |
| Cek KCL (rentang mA) | I1 dibandingkan I2 + I3 | ≈ 6,18 mA = 1,35 + 4,83 mA |
Jangan berharap hasil pengukuranmu sama persis dengan hitungan; selisih 2–5% itu normal. Ada empat penyebabnya: toleransi resistor (5% untuk resistor bergelang emas, 1% untuk yang bergelang cokelat), akurasi multimeter itu sendiri (sekitar 0,5% ditambah beberapa digit pada tegangan DC untuk model murah), hambatan dalam alat ukur pada rentang mA (dari beberapa ohm sampai 10 Ω; karena terpasang seri dengan cabang, hambatan ini sedikit mengurangi arus), dan tegangan maju LED yang berubah mengikuti suhu. Pada rentang tegangan, hambatan input multimeter biasanya 10 MΩ, jadi pengaruhnya pada rangkaian kΩ bisa diabaikan. Kalau selisihnya lebih dari 10%, mungkin nilai sebuah resistor salah dibaca, ada sambungan yang longgar, atau baris breadboard tertukar; cek dengan diagram koneksi internal di Apa Itu Breadboard?.
Di mana hukum Kirchhoff berguna? Ide proyek
- Anggaran daya: jumlahkan arus setiap modul di proyekmu (KCL) dan cek apakah adaptor atau baterai sanggup menyuplainya; pakai kalkulator umur baterai untuk memperkirakan lama pemakaian.
- Voltmeter Arduino: buat pembagi tegangan yang bisa mengukur 0–25 V dan perhitungkan beban input analog dengan KCL; langkah-langkahnya ada di Membuat Voltmeter Arduino.
- Panel multi-LED: beri setiap LED resistornya sendiri, hitung arus totalnya, dan cek apakah masih dalam batas pin dan regulator.
- Pengukur cahaya LDR: LDR dan resistor tetap membentuk pembagi tegangan; hitung balik hambatan LDR dari tegangan yang terukur dengan KVL (sensor cahaya LDR).
- Jembatan Wheatstone: pada jembatan empat resistor, tegangan di antara kedua titik tengah sama dengan nol ketika R1 / R2 = R3 / R4; load cell bekerja dengan prinsip ini (load cell HX711).
- Mengukur arus dengan resistor shunt: pasang resistor kecil seperti 1 Ω di jalur beban, ukur tegangan di kedua ujungnya, lalu temukan arus rangkaian dengan I = V / R; untuk arus yang lebih besar, sensor arus ACS712 lebih cocok.
Kesalahan umum siswa dan cara memperbaikinya
- Mengubah konvensi tanda di tengah loop: menulis satu penurunan tegangan sebagai negatif dan yang lain sebagai positif akan merusak persamaan. Pilih arah penelusuran dari awal dan patuhi aturan di tabel.
- Mengira arus negatif adalah kesalahan: arus yang hasilnya negatif hanya mengalir ke arah sebaliknya. Tidak perlu menyelesaikan ulang rangkaian; pakai nilainya lengkap dengan tandanya.
- Menulis persamaan terlalu banyak atau berulang: menulis KCL untuk semua n simpul tidak menambah persamaan independen. Cukup n − 1 persamaan KCL dan b − n + 1 persamaan KVL, dan jangan menulis loop yang sama dua kali.
- Mencampur satuan: ohm dikali miliampere menghasilkan milivolt, bukan volt. Tulis semuanya dalam V, A, dan Ω, atau semuanya dalam V, mA, dan kΩ.
- Memperlakukan LED seperti resistor: LED tidak punya hambatan tetap; ketika menghantar, LED berperilaku seperti penurunan tegangan yang kira-kira tetap (1,8–2,2 V untuk merah). Tulis sebagai −Vf di KVL.
- Menganggap sumber itu ideal: tegangan 5 V dari USB biasanya ada di kisaran 4,75 sampai 5,25 V, dan baterai punya hambatan dalam. Di perhitunganmu, pakai nilai yang kamu ukur, bukan 5 V.
- Lupa ground bersama: kalau GND dari dua rangkaian yang diberi daya oleh sumber berbeda tidak dihubungkan, tidak ada referensi bersama di antara keduanya dan hasil pengukurannya tidak bermakna. Detailnya ada di Ground Bersama (GND).
- Memasang amperemeter secara paralel atau voltmeter secara seri: arus selalu diukur secara seri dengan membuka rangkaian, dan tegangan selalu diukur paralel di kedua ujung komponen.
Hukum Kirchhoff hanya terdiri dari dua kalimat, tetapi keduanya ada di balik semua yang kamu hitung di elektronika: arus tidak hilang di simpul, dan jumlah tegangan di sepanjang loop sama dengan nol. Kalau dipakai bersama hukum Ohm, keduanya memungkinkanmu menyelesaikan soal apa pun langkah demi langkah, dari resistor LED dan pembagi tegangan berbeban sampai rangkaian dua sumber dan anggaran daya. Kalau kamu ingin mencoba apa yang sudah kamu pelajari di rangkaian nyata, lihat proyek “LED Berkedip”, “Mengukur Intensitas Cahaya dengan LDR”, dan “Voltmeter Digital dengan Layar LCD” di aplikasi BlueGrays; setiap proyek memandumu melalui diagram rangkaian dan kodenya langkah demi langkah, jadi kamu bisa menyiapkan multimeter di sampingmu dan membandingkan hasil ukurmu dengan perhitungan di sini.
Pertanyaan umum
Apa itu hukum arus Kirchhoff?
Hukum arus Kirchhoff (KCL) menyatakan bahwa jumlah arus yang masuk ke sebuah simpul sama dengan jumlah arus yang keluar dari simpul itu. Hukum ini didasarkan pada kekekalan muatan: muatan tidak bisa menumpuk atau hilang di satu titik. Misalnya, kalau arus 30 mA terbagi ke dua cabang dan salah satunya menarik 10 mA, cabang lainnya menarik 20 mA.
Apa itu hukum tegangan Kirchhoff?
Hukum tegangan Kirchhoff (KVL) menyatakan bahwa jumlah bertanda semua tegangan di sepanjang loop tertutup mana pun sama dengan nol. Dengan kata lain, tegangan yang diberikan sumber sama dengan jumlah penurunan tegangan pada komponen-komponen di loop itu. Di rangkaian 5 V, kalau resistor menurunkan 3 V, tersisa 2 V untuk LED.
Apa bedanya hukum Kirchhoff dengan hukum Ohm?
Hukum Ohm (V = I × R) menjelaskan hubungan antara tegangan, arus, dan hambatan pada satu resistor. Hukum Kirchhoff menjelaskan bagaimana komponen terhubung: bagaimana arus terbagi di simpul dan bagaimana tegangan dijumlahkan di sepanjang loop. Untuk menyelesaikan rangkaian, kamu memakai keduanya: susun persamaan Kirchhoff dan tulis tegangan resistor dengan hukum Ohm.
Apa arti arus negatif dalam hukum Kirchhoff?
Arus negatif tidak berarti solusimu salah; artinya arus mengalir berlawanan dengan arah yang kamu anggap di awal. Besarnya sudah benar, jadi kamu cukup membalik panah di diagram. Nilainya bisa terus kamu pakai lengkap dengan tandanya di perhitungan lain tanpa menyelesaikan ulang rangkaian.
Berapa banyak persamaan yang kubutuhkan dengan hukum Kirchhoff?
Kalau sebuah rangkaian punya b cabang dan n simpul, ada b arus yang belum diketahui. Kamu menulis hukum arus untuk n − 1 simpul dan hukum tegangan untuk b − n + 1 loop independen, sehingga jumlah persamaan sama dengan jumlah variabel yang dicari. Misalnya, rangkaian dengan 3 cabang dan 2 simpul membutuhkan 1 persamaan KCL dan 2 persamaan KVL.
Apakah hukum Kirchhoff berlaku untuk rangkaian AC?
Ya, hukum ini selalu berlaku untuk nilai instan, yaitu nilai pada setiap momen. Namun, di rangkaian AC dengan kapasitor dan induktor, kamu tidak bisa begitu saja menjumlahkan tegangan RMS; tegangan harus dijumlahkan bersama fasanya, memakai fasor atau bilangan kompleks. Pada frekuensi yang sangat tinggi dan pada saluran transmisi yang panjang, bentuk sederhana hukum ini digantikan oleh model gelombang.
Proyek untuk dibuat setelah membaca ini
Lihat semua proyek
Dua LED Berkedip Bergantian
Dua LED berkedip cepat secara bergantian: ketika satu menyala, yang lain mati, seperti sedang saling melempar bola. Arduino menyalakan setiap lampu selama seperlima detik lalu menyerahkannya ke yang l

LED Berkedip
"Halo" pertama di dunia elektronika: menyalakan dan mematikan satu LED. Arduino menyalakan dan mematikan LED dengan jeda singkat, sehingga cahayanya berkedip cepat. Kamu melihat dengan cara paling sed

Mengukur Intensitas Cahaya dengan LDR
Ingin melihat seberapa terang kamarmu dalam bentuk angka? LDR, komponen kecil yang bereaksi terhadap cahaya, mengukur cahaya di sekitarnya, dan Arduino menulis nilainya ke layar komputermu setiap sete

Lampu Tidur dengan LDR
Lampu tidur kecil yang menyala sendiri ketika gelap dan mati ketika pagi tiba. Sensor cahaya mengukur seberapa terang ruangan, dan Arduino menyalakan LED ketika cukup gelap lalu mematikannya lagi keti

Membaca Intensitas Cahaya dengan Modul LDR ESP32
Memantau secara real-time di Serial Monitor nilai ADC mentah modul LDR dan persentase cahaya relatif yang dihitung dari nilai acuan gelap dan terang. Persentase ini bukan pengukuran lux. Mengajarkan logika kalibrasi modul. Ideal dikerjakan sebelum Proyek 10, karena dipakai untuk menentukan nilai ambang.

Raspberry Pi Pico: Mengendalikan LED Eksternal (Breadboard)
Langkah berikutnya setelah LED bawaan Pico: menyambungkan LED eksternal ke breadboard dan mengendalikannya lewat pin GP14. Di proyek ini, kamu belajar memakai pin GPIO serbaguna Pico mana pun sebagai output, polaritas LED (kaki panjang = anoda/+, kaki pendek = katoda/–), dan kenapa resistor pembatas arus (220Ω) diperlukan. Tanpa resistor, arus berlebih mengalir melalui LED dan LED bisa terbakar. Rangkaiannya sangat sederhana: Pico GP14 → resistor 220Ω → LED → GND.

Voltmeter Digital dengan Layar LCD
Cari tahu berapa tegangan yang diberikan baterai atau adaptor daya dengan alat ukur buatanmu sendiri. Pembagi dari dua resistor menurunkan tegangan tinggi ke tingkat yang bisa dibaca board, dan Arduin

Kendali Kecerahan LED dengan Potensiometer ESP32 (Analog → PWM)
Di proyek ini, kita mengendalikan kecerahan LED secara analog memakai potensiometer. Pin ADC ESP32 membaca tegangan 0-3,3V dari potensiometer, lalu nilai ini diubah menjadi sinyal PWM (Pulse Width Modulation) dan dikirim ke LED. Hasilnya, ketika kamu memutar potensiometer, LED perlahan menerang dan meredup. Dengan Arduino Core 3.0+, analogWrite() bisa langsung dipakai; di ESP32-S2/S3, resolusi ADC tetap 12-bit.
Artikel lainnya
Aplikasi BlueGrays
Rakit rangkaian ini langkah demi langkah di ponselmu
Skema pengkabelan, kode, dan daftar komponen dalam satu layar. 200+ proyek Arduino, ESP32, dan Pico siap dibuat.
Pindai dengan ponselmu
Arahkan kamera ke kode ini dan toko aplikasi di ponselmu akan terbuka.
atau buka toko aplikasi

