Dasar · 18 mnt baca

Hukum Kirchhoff: Penjelasan KCL dan KVL dengan Contoh Soal dan Pembahasan

Penjelasan hukum Kirchhoff: hukum arus (KCL) dan hukum tegangan (KVL), simpul, loop, dan aturan tanda, 3 rangkaian dengan pembahasan, dicek dengan Arduino dan multimeter.

Hukum Kirchhoff adalah dua aturan dasar yang menjelaskan bagaimana arus dan tegangan terbagi di dalam rangkaian listrik. Hukum arus Kirchhoff (KCL) berbunyi: jumlah arus yang masuk ke sebuah simpul sama dengan jumlah arus yang keluar dari simpul itu. Hukum tegangan Kirchhoff (KVL) berbunyi: kalau kamu mengelilingi sebuah loop tertutup sampai kembali ke titik awal, jumlah bertanda semua tegangan yang kamu temui sama dengan nol. Fisikawan Jerman Gustav Kirchhoff menerbitkan kedua aturan ini pada tahun 1845, ketika ia masih mahasiswa; sekarang semua analisis rangkaian, dari satu LED sampai motherboard ponselmu, berdiri di atas dua kalimat ini.

Hukum Ohm memberi hubungan antara tegangan, arus, dan hambatan pada satu komponen; hukum Kirchhoff memperhitungkan bagaimana komponen-komponen itu terhubung satu sama lain. Kalau dipakai bersama, keduanya memungkinkanmu menyelesaikan rangkaian dengan beberapa cabang, bahkan dengan beberapa sumber daya, cukup dengan kertas dan pena. Di artikel ini kamu akan menemukan konsep simpul dan loop, aturan tanda yang paling sering membingungkan, tiga rangkaian yang dibahas langkah demi langkah, eksperimen untuk membuktikan hukum ini dengan mengukur memakai Arduino, ESP32, dan Raspberry Pi Pico, pengecekan dengan multimeter, serta kesalahan yang paling sering dibuat siswa.

Resistor yang dipakai pada rangkaian yang diselesaikan dengan hukum Kirchhoff
Cara paling mudah melihat hukum Kirchhoff bekerja adalah rangkaian yang tersusun dari resistor: arus dan tegangan setiap resistor bisa ditemukan dengan dua aturan sederhana.

Apa itu hukum Kirchhoff? Simpul, cabang, dan loop

Sebelum menerapkan hukum Kirchhoff, kamu perlu membaca rangkaian dengan benar, dan untuk itu cukup empat konsep. Simpul (node) adalah titik tempat tiga komponen atau lebih bertemu; semua kaki yang ditancapkan di baris breadboard yang sama membentuk satu simpul, karena kabel ideal dianggap tidak punya hambatan. Cabang (branch) adalah jalur di antara dua simpul yang hanya dilewati satu arus; satu cabang bisa berisi satu komponen atau beberapa komponen yang tersusun seri. Loop adalah jalur tertutup yang berawal dari sebuah simpul, mengikuti cabang-cabang, lalu kembali ke simpul yang sama. Loop terkecil yang tidak memuat loop lain di dalamnya disebut mesh. Kalau kamu masih kesulitan membaca diagram rangkaian, lihat dulu Cara Membaca Skema Rangkaian.

IstilahDefinisiContoh di rangkaian Arduino
Simpul (node)Titik tempat tiga komponen atau lebih bertemuTitik tengah tempat dua resistor pembagi tegangan dan bebannya bertemu (simpul A di Contoh 2)
Cabang (branch)Jalur di antara dua simpul yang dilewati satu arusJalur yang terdiri dari pin digital, resistor 220 Ω, dan LED
LoopJalur tertutup yang kembali ke simpul awalnya5V → resistor → LED → GND → 5V
MeshLoop terkecil, tanpa loop lain di dalamnyaCincin di antara dua cabang LED yang terhubung paralel
Simpul referensiTitik 0 V yang menjadi acuan pengukuran teganganPin GND Arduino

Hukum arus Kirchhoff (KCL): arus masuk sama dengan arus keluar

Rumus hukum arus adalah ΣI masuk = ΣI keluar. Hal yang sama bisa kamu tulis sebagai ΣI = 0 dengan menghitung arus masuk sebagai positif dan arus keluar sebagai negatif. Di balik hukum ini ada kekekalan muatan: elektron tidak bisa menumpuk di sebuah simpul atau muncul begitu saja, jadi berapa pun muatan yang mengalir masuk ke satu titik harus mengalir keluar pada waktu yang sama. Bayangkan air di dalam pipa: kalau pipa yang mengalirkan 30 liter per menit bercabang dua dan 10 liter mengalir lewat satu cabang, maka tepat 20 liter harus mengalir lewat cabang lainnya. Listrik bekerja dengan cara yang sama: ketika arus 30 mA terbagi ke dua cabang dan salah satunya menarik 10 mA, cabang lainnya menarik 20 mA.

Ayo berlatih dengan contoh. I1 = 50 mA dan I2 = 20 mA mengalir masuk ke sebuah simpul, sedangkan I3 = 15 mA mengalir keluar; kita mencari arus I4 di kabel keempat dan menganggap arus itu juga mengalir keluar. Menurut KCL, 50 + 20 = 15 + I4, jadi I4 = 55 mA. Kalau kamu menganggap I4 mengalir masuk ke simpul, persamaannya menjadi 50 + 20 + I4 = 15, sehingga I4 = −55 mA. Tanda minus itu bukan kesalahan; tanda itu hanya memberi tahu bahwa arus mengalir berlawanan dengan arah yang kamu anggap. Kamu bertemu hukum ini setiap hari di proyek Arduino: total arus yang keluar dari pin 5V board adalah jumlah arus semua sensor, LED, dan modul yang terpasang di jalur itu. Perhitungan yang kamu lakukan ketika memilih catu daya sebenarnya adalah perhitungan KCL.

Hukum tegangan Kirchhoff (KVL): jumlahnya nol di sepanjang loop tertutup

Rumus hukum tegangan adalah ΣV = 0: ketika kamu mengelilingi sebuah loop tertutup, jumlah kenaikan tegangan dari sumber sama dengan jumlah penurunan tegangan pada resistor dan komponen lainnya. Hukum ini berasal dari kekekalan energi. Bayangkan mendaki gunung: kalau kamu naik ke puncak bukit lalu turun lewat jalur yang berbeda sampai kembali ke titik awal, total perubahan ketinggianmu adalah nol. Di dalam rangkaian, sumber daya mengangkat muatan ke “ketinggian” tertentu, lalu resistor dan LED memakainya sedikit demi sedikit; begitu kamu kembali ke titik awal, jumlahnya kembali nol.

KVL punya dua konsekuensi penting. Pertama, tegangan komponen yang tersusun seri jika dijumlahkan sama dengan tegangan sumber: kalau tiga resistor yang diseri dengan baterai 9 V masing-masing menurunkan 2 V, 3 V, dan 4 V, jumlahnya tepat 9 V. Kedua, semua cabang yang terhubung paralel di antara dua simpul yang sama punya tegangan yang sama, karena dua cabang seperti itu bersama-sama membentuk loop dan tegangan yang turun di satu cabang harus sama dengan tegangan yang turun di cabang lainnya. Semua aturan di Resistor Seri dan Paralel sebenarnya adalah kasus khusus dari dua hukum ini.

Aturan tanda: memilih arah dan plus atau minus

Sebagian besar kesalahan dalam hukum Kirchhoff berasal dari tanda. Aturannya sederhana, tetapi harus diterapkan secara konsisten. Pertama, tentukan arah arus anggapan untuk setiap cabang dan tandai dengan panah di diagram; kamu tidak harus menebak arahnya dengan benar. Lalu pilih arah penelusuran untuk setiap loop (biasanya searah jarum jam) dan, selama mengelilingi loop ke arah itu, tulis tegangan setiap komponen yang kamu temui sesuai tabel di bawah. Konvensi yang kita pakai di artikel ini: kenaikan tegangan ditulis positif, penurunan tegangan ditulis negatif.

KomponenArah penelusuranYang ditulis di persamaan KVL
ResistorSearah dengan arus anggapan−I × R (tegangan turun)
ResistorBerlawanan dengan arus anggapan+I × R (tegangan naik)
Sumber tegangan (baterai, adaptor)Dari − ke ++V
Sumber tegangan (baterai, adaptor)Dari + ke −−V
LED atau dioda (menghantar)Dari anoda ke katoda−Vf (penurunan yang kira-kira tetap)
Kalau pada akhirnya sebuah arus bernilai negatif, jangan selesaikan ulang rangkaiannya; arus itu hanya mengalir berlawanan dengan arah panah. Tetap pakai nilainya apa adanya, lengkap dengan tanda minusnya, di persamaan lain. Aturannya hanya satu: jangan pernah mengubah arah penelusuran atau konvensi tanda di tengah jalan ketika mengelilingi loop.

Cara menerapkan hukum Kirchhoff bersama hukum Ohm, langkah demi langkah

  1. Gambar rangkaiannya; beri label huruf pada simpul (A, B…), beri nama resistor dan sumber, lalu pilih GND sebagai simpul referensi.
  2. Tentukan satu arus untuk setiap cabang (I1, I2, I3…) dan tunjukkan arahnya dengan panah.
  3. Kalau ada n simpul, tulis persamaan KCL untuk n − 1 simpul mana saja.
  4. Kalau ada b cabang, tulis persamaan KVL untuk b − n + 1 loop independen (biasanya mesh).
  5. Tulis tegangan resistor sebagai I × R dengan hukum Ohm, sehingga yang tersisa sebagai variabel yang belum diketahui hanya arus.
  6. Selesaikan sistem persamaannya dengan substitusi atau eliminasi; kalau kamu bekerja dalam kΩ dan mA, hasilnya langsung keluar dalam volt.
  7. Cek jawabanmu: pastikan KVL berlaku untuk loop yang tidak kamu pakai dan daya yang diberikan sumber sama dengan daya yang dibuang di resistor.

Kenapa jumlah persamaannya seperti itu? Setiap arus cabang adalah variabel yang belum diketahui, jadi ada b variabel. Kalau kamu menulis KCL untuk semua n simpul, persamaan terakhir bisa diturunkan dari persamaan lainnya, jadi hanya n − 1 persamaan yang memberi informasi baru. KVL melengkapi b − (n − 1) persamaan sisanya. Metode analisis simpul (nodal) dan analisis mesh yang akan kamu temui di kelas hanyalah penerapan terstruktur dari dua hukum ini: di analisis simpul kamu menulis KCL dalam bentuk tegangan simpul, dan di analisis mesh kamu menulis KVL dalam bentuk arus mesh. Kalkulator hukum Ohm dan kalkulator resistor seri-paralel mempercepat hitungannya.

Contoh 1: rangkaian seri dengan LED dan resistor

Ketika pin digital Arduino bernilai HIGH, pin itu mengeluarkan 5 V. Kita menghubungkan resistor 220 Ω ke pin itu dan LED merah ke ujung lain resistor, dengan katoda LED menuju GND. Rangkaian ini hanya punya satu cabang dan satu loop, jadi satu persamaan KVL sudah cukup. Anggap tegangan maju LED merah Vf ≈ 2,0 V. Mulai dari GND dan berkeliling searah arus: pin memberi +5 V, resistor −220 × I, LED −2,0 V. Persamaannya 5 − 220 × I − 2,0 = 0, sehingga I = 3,0 / 220 = 13,6 mA. Sebesar 3,0 V turun di resistor dan 2,0 V di LED; jika dijumlahkan, keduanya sama dengan 5 V dari sumber.

KomponenTeganganArusDaya
Pin Arduino (sumber)+5,0 V13,6 mAMemberikan 68,2 mW
Resistor 220 Ω−3,0 V13,6 mAMembuang 40,9 mW
LED merah−2,0 V13,6 mAMembuang 27,3 mW
Total (KVL dan keseimbangan daya)0 V—68,2 = 40,9 + 27,3 mW

Di rangkaian nyata, hasilnya sedikit berbeda. Tegangan keluaran pin Arduino Uno sedikit turun ketika pin itu memberi arus; di rangkaian ini tegangan pin turun ke sekitar 4,7–4,8 V dan arusnya menjadi sekitar 12,5 mA; tegangan maju LED juga berubah tergantung warna dan arusnya. Meski begitu, metodenya sama: susun persamaan Kirchhoff dan tulis tegangan resistor dengan hukum Ohm. Di Apa Itu LED? sudah kami jelaskan kenapa LED tidak punya hambatan tetap dan sebaiknya diperlakukan sebagai penurunan tegangan yang kira-kira tetap. Resistor yang tepat untuk warna apa pun bisa kamu temukan dalam hitungan detik dengan kalkulator resistor LED.

Contoh 2: pembagi tegangan dengan cabang paralel

Sekarang rangkaian yang sedikit lebih realistis: catu 5 V lebih dulu melewati R1 = 1 kΩ dan sampai di simpul A. Dari simpul A keluar dua cabang: satu menuju GND lewat R2 = 2,2 kΩ, satu lagi lewat R3 = 3,3 kΩ. Ini adalah pembagi tegangan dengan beban yang terpasang pada resistor bawahnya. Satu-satunya tegangan simpul yang belum diketahui adalah VA. Ayo tulis KCL di simpul A: arus yang datang lewat R1 sama dengan jumlah arus yang masuk ke R2 dan R3. Dengan menulis arus dalam bentuk tegangan memakai hukum Ohm (dalam kΩ dan mA), kita dapat (5 − VA) / 1 = VA / 2,2 + VA / 3,3. Ruas kanan sama dengan VA × 0,7576, sehingga persamaannya menjadi 5 = VA × 1,7576 dan VA ≈ 2,845 V.

BesaranPerhitunganHasil
I1 (lewat R1)(5 − 2,845) / 1 kΩ2,155 mA
I2 (lewat R2)2,845 / 2,2 kΩ1,293 mA
I3 (lewat R3)2,845 / 3,3 kΩ0,862 mA
Cek KCLI2 + I32,155 mA = I1
Keseimbangan daya5 V × 2,155 mA10,78 mW = 4,64 + 3,68 + 2,45 mW

Sekarang ayo cek dengan KVL. Di mesh kiri yang dibentuk oleh sumber, R1, dan R2 (5 V → R1 → R2 → GND), kita dapat 5 − 2,155 − 2,845 = 0. Di mesh kanan yang dibentuk oleh R2 dan R3, kedua resistor punya tegangan yang sama (2,845 V) dan selisihnya nol; itulah sebabnya cabang paralel punya tegangan yang sama. Hasil yang sama juga bisa kamu dapat dengan hambatan ekuivalen: R2 ∥ R3 = 1,32 kΩ, totalnya 2,32 kΩ, dan 5 / 2,32 = 2,155 mA. Pelajaran praktis dari contoh ini: sebelum R3 dipasang, keluaran pembagi adalah 5 × 2,2 / 3,2 ≈ 3,44 V; begitu beban dipasang, keluarannya turun ke 2,845 V. Rumus pembagi tegangan hanya benar kalau tidak ada arus yang ditarik dari keluarannya; ketika kamu menambahkan beban, hitungannya harus diulang dengan KCL. Untuk cek cepat, kamu bisa memakai kalkulator pembagi tegangan.

Contoh 3: rangkaian dengan dua sumber dan arus negatif

Kekuatan sebenarnya dari hukum Kirchhoff terlihat pada rangkaian yang tidak bisa diselesaikan dengan penyederhanaan seri-paralel. Di sebelah kiri, sumber V1 = 9 V terhubung ke simpul bersama A lewat R1 = 1 kΩ; di sebelah kanan, sumber V2 = 5 V terhubung ke simpul yang sama lewat R2 = 1 kΩ; dari simpul A, resistor beban R3 = 2 kΩ turun ke GND. Terminal negatif kedua sumber berada di GND. Anggap arusnya seperti ini: I1 dan I2 mengalir dari sumber menuju A, dan I3 mengalir dari A ke GND. Dengan dua simpul (A dan GND) dan tiga cabang, kita akan menulis 1 persamaan KCL dan 2 persamaan KVL (dalam kΩ dan mA):

  • KCL (simpul A): I1 + I2 = I3
  • KVL (mesh kiri): 9 − 1 × I1 − 2 × I3 = 0
  • KVL (mesh kanan): 5 − 1 × I2 − 2 × I3 = 0

Dengan mengganti I3 menjadi I1 + I2, mesh kiri menjadi 3 × I1 + 2 × I2 = 9 dan mesh kanan 2 × I1 + 3 × I2 = 5. Kalikan persamaan pertama dengan 3 dan persamaan kedua dengan 2, kurangkan keduanya, dan kamu dapat 5 × I1 = 17, jadi I1 = 3,4 mA. Substitusikan kembali dan hasilnya I2 = −0,6 mA serta I3 = 2,8 mA. I2 yang negatif menunjukkan bahwa arus tidak mengalir dari sumber 5 V ke A, tetapi dari A ke terminal positif sumber 5 V: sumber 9 V memberi daya ke beban sekaligus mendorong 0,6 mA masuk ke sumber 5 V. Ayo cek dengan keseimbangan daya: V1 memberikan 9 × 3,4 = 30,6 mW; R1 membuang 11,56 mW, R2 0,36 mW, dan R3 15,68 mW, sedangkan V2 menyerap 5 × 0,6 = 3 mW. Totalnya lagi-lagi 30,6 mW, jadi solusinya benar. Loop luar yang tidak kita pakai juga berlaku: 9 − 3,4 − 0,6 − 5 = 0.

Contoh ini membawa peringatan penting di dunia nyata: kalau kamu menghubungkan langsung dua sumber daya dengan tegangan berbeda, sumber yang lebih tinggi akan mendorong arus masuk ke sumber yang lebih rendah. Kalau baterai, port USB, atau regulator tidak dirancang untuk arus balik itu, komponennya akan panas; baterai yang tidak bisa diisi ulang bisa bocor dan port USB komputermu bisa rusak. Di Arduino Uno, rangkaian komparator dan MOSFET di board mencegah hal ini ketika USB dan VIN terhubung bersamaan; kalau kamu perlu menggabungkan dua sumber di rangkaianmu sendiri, pasang dioda di antaranya. Detailnya ada di Cara Memberi Daya ke Arduino.

Membuktikan hukum Kirchhoff dengan mengukur memakai Arduino

Untuk melihat teori ini dalam eksperimen, ayo gabungkan pembagi tegangan dan LED dalam satu rangkaian. Dari pin 5V, lewati R1 = 330 Ω menuju titik A. Dari titik A keluar dua cabang: satu menuju GND lewat R2 = 2,2 kΩ, satu lagi lewat R3 = 220 Ω menuju titik B lalu dari situ ke anoda LED merah; katoda LED terhubung ke GND. Board akan membaca tegangan di titik A dan B lewat input analognya, menghitung arus setiap resistor dengan hukum Ohm, dan menunjukkan apakah KCL berlaku di simpul A. Pertama, prediksi: dengan menganggap LED sebagai penurunan tetap 1,9 V dan menulis KCL di simpul A, persamaan (5 − VA) / 330 = VA / 2200 + (VA − 1,9) / 220 memberi VA ≈ 2,96 V, I1 ≈ 6,2 mA, I2 ≈ 1,35 mA, dan I3 ≈ 4,8 mA.

Titik rangkaianArduino UnoESP32Raspberry Pi Pico
Catu (ujung atas R1)5V3V33V3(OUT), pin 36
Titik A (pertemuan R1, R2, R3)A0GPIO 34GP26 (ADC0)
Titik B (R3 dan anoda LED)A1GPIO 35GP27 (ADC1)
Ujung bawah R2 dan katoda LEDGNDGNDGND
Input analog ESP32 dan Raspberry Pi Pico hanya tahan maksimal 3,3 V. Di board ini, jangan pernah memberi daya ke rangkaian dari pin 5V atau VIN; hubungkan ujung atas R1 ke pin 3V3. Di Arduino Uno, pin 5V aman dipakai, karena input analognya bisa mengukur sampai 5 V.
C++ (Arduino IDE)
1// Kirchhoff yasalarını ölçerek doğrulama / Verifying Kirchhoff's laws by measurement
2// Besleme -> R1 (330) -> A ; A -> R2 (2.2k) -> GND ; A -> R3 (220) -> B -> LED -> GND
3// Supply -> R1 (330) -> A ; A -> R2 (2.2k) -> GND ; A -> R3 (220) -> B -> LED -> GND
4
5#if defined(ARDUINO_ARCH_ESP32)
6const float VCC = 3.30;          // 3V3 pininde ölçtüğün gerilim / voltage you measured on 3V3
7const int PIN_A = 34;            // ADC1, yalnız giriş / ADC1, input only
8const int PIN_B = 35;
9float readVolts(int pin) {
10  return analogReadMilliVolts(pin) / 1000.0;   // kalibre edilmiş okuma / calibrated reading
11}
12#else
13const float VCC = 5.00;          // 5V pininde ölçtüğün gerilim / voltage you measured on 5V
14const int PIN_A = A0;
15const int PIN_B = A1;
16float readVolts(int pin) {
17  return analogRead(pin) * VCC / 1023.0;       // 10 bit ADC, referans 5V / 5V reference
18}
19#endif
20
21const float R1 = 330.0;          // ohm
22const float R2 = 2200.0;
23const float R3 = 220.0;
24
25float averageVolts(int pin) {    // 16 okumanın ortalaması / average of 16 readings
26  float sum = 0;
27  for (int i = 0; i < 16; i++) {
28    sum += readVolts(pin);
29  }
30  return sum / 16.0;
31}
32
33void setup() {
34  Serial.begin(115200);
35}
36
37void loop() {
38  float vA = averageVolts(PIN_A);
39  float vB = averageVolts(PIN_B);
40
41  float vR1 = VCC - vA;          // R1 gerilimi / voltage across R1
42  float vR2 = vA;                // R2 gerilimi / voltage across R2
43  float vR3 = vA - vB;           // R3 gerilimi / voltage across R3
44  float vLed = vB;               // LED gerilimi / voltage across the LED
45
46  float i1 = vR1 / R1 * 1000.0;  // Ohm kanunu, mA / Ohm's law, mA
47  float i2 = vR2 / R2 * 1000.0;
48  float i3 = vR3 / R3 * 1000.0;
49
50  // KAY: A düğümüne giren = çıkan / KCL: into node A = out of node A
51  Serial.print(F("I1 = "));
52  Serial.print(i1, 2);
53  Serial.print(F(" mA   I2 + I3 = "));
54  Serial.print(i2 + i3, 2);
55  Serial.print(F(" mA   fark / error = "));
56  Serial.print(i1 - i2 - i3, 3);
57  Serial.println(F(" mA"));
58
59  // KGY: dış çevre / KVL: outer loop
60  Serial.print(F("VR1 + VR3 + VLED = "));
61  Serial.print(vR1, 2);
62  Serial.print(F(" + "));
63  Serial.print(vR3, 2);
64  Serial.print(F(" + "));
65  Serial.print(vLed, 2);
66  Serial.print(F(" = "));
67  Serial.print(vR1 + vR3 + vLed, 2);
68  Serial.print(F(" V   kaynak / supply = "));
69  Serial.print(VCC, 2);
70  Serial.println(F(" V"));
71
72  // KGY: paralel kollar aynı gerilimde / KVL: parallel branches share one voltage
73  Serial.print(F("VR2 = "));
74  Serial.print(vR2, 2);
75  Serial.print(F(" V   VR3 + VLED = "));
76  Serial.print(vR3 + vLed, 2);
77  Serial.println(F(" V"));
78  Serial.println();
79  delay(2000);
80}

Kode ini membaca setiap titik 16 kali lalu merata-ratakan hasilnya, sehingga fluktuasi kecil ADC teredam. Di Arduino Uno, analogRead() mengembalikan angka dari 0 sampai 1023 dengan referensi jalur 5V, jadi satu langkahnya sekitar 4,9 mV. Di bagian ESP32, fungsi analogReadMilliVolts() langsung mengembalikan nilai yang sudah dikalibrasi dalam milivolt; GPIO 34 dan 35 adalah pin khusus input milik unit ADC1, yang tetap bekerja ketika Wi-Fi menyala. Berkat baris #if, kode yang sama bisa dikompilasi di kedua board. Dengan Serial Monitor diatur ke 115200 baud, di Uno kamu akan melihat baris seperti “I1 = 6.17 mA I2 + I3 = 6.17 mA”. Selisih KCL mendekati nol tetapi tidak tepat nol; biasanya di bawah 0,3 mA dan berasal dari toleransi resistor 1–5% serta besarnya langkah ADC. Di ESP32 dengan 3,3 V, I1 sekitar 3,1 mA dan LED menyala lebih redup.

Jumlah tegangan di kode selalu keluar tepat sama dengan tegangan catu, dan alasannya menarik: Arduino hanya mengukur tegangan simpul (terhadap GND), lalu kita menghitung tegangan komponen sebagai selisih dari hasil pengukuran itu. Kalau selisih-selisih itu dijumlahkan di sepanjang loop, hasilnya otomatis sama dengan tegangan catu. Jadi hukum yang benar-benar diuji di eksperimen ini adalah KCL; cek independen untuk KVL kamu lakukan dengan multimeter yang mengukur setiap komponen satu per satu. Isi juga konstanta VCC dengan nilai nyata yang kamu ukur di pin 5V dengan multimeter; di Uno yang diberi daya lewat USB, nilainya biasanya antara 4,7 dan 5,1 V.

Eksperimen yang sama dengan Raspberry Pi Pico (MicroPython)

Di Pico, beri daya ke rangkaian dari pin 3V3(OUT); hubungkan titik A ke GP26 dan titik B ke GP27. ADC Pico mengembalikan nilai dari 0 sampai 65535 dengan read_u16() dan referensinya sekitar 3,3 V, jadi nilai mentah dikali 3,3 lalu dibagi 65535 menghasilkan tegangannya. Pada 3,3 V, tegangan yang tersisa untuk resistor lebih kecil, sehingga arusnya juga lebih kecil: dengan LED dianggap 1,8 V, perkiraannya VA ≈ 2,26 V, I1 ≈ 3,1 mA, I2 ≈ 1,0 mA, dan I3 ≈ 2,1 mA. Kalau Pico-mu belum disiapkan, ikuti langkah Thonny di Apa Itu Raspberry Pi Pico?.

MicroPython
1from machine import ADC, Pin
2import time
3
4VCC = 3.3                          # 3V3(OUT) pininde ölçtüğün gerilim / voltage you measured on 3V3(OUT)
5R1, R2, R3 = 330, 2200, 220        # ohm
6adc_a = ADC(Pin(26))               # GP26 = ADC0, A noktası / node A
7adc_b = ADC(Pin(27))               # GP27 = ADC1, B noktası / node B
8
9def volts(adc):
10    total = 0
11    for _ in range(16):            # 16 okumanın ortalaması / average of 16 readings
12        total += adc.read_u16()
13    return total / 16 * VCC / 65535
14
15while True:
16    v_a = volts(adc_a)
17    v_b = volts(adc_b)
18    i1 = (VCC - v_a) / R1 * 1000   # Ohm kanunu, mA / Ohm's law, mA
19    i2 = v_a / R2 * 1000
20    i3 = (v_a - v_b) / R3 * 1000
21    # KAY: A düğümüne giren = çıkan / KCL: into node A = out of node A
22    print("I1 = {:.2f} mA  I2 + I3 = {:.2f} mA  fark / error = {:.3f} mA".format(i1, i2 + i3, i1 - i2 - i3))
23    print("VR1 = {:.2f} V  VR2 = {:.2f} V  VR3 = {:.2f} V  VLED = {:.2f} V".format(VCC - v_a, v_a, v_a - v_b, v_b))
24    time.sleep(2)

Mengecek hukum ini secara eksperimen dengan multimeter

Multimeter digital untuk mengecek hukum Kirchhoff
Multimeter digital: tegangan diukur paralel di kedua ujung komponen, sedangkan arus diukur dengan membuka rangkaian dan memasang alat ukur secara seri.

Dengan multimeter, kamu bisa melihat hukum Kirchhoff lewat pengukuran langsung, tanpa menulis kode sama sekali. Untuk KVL, putar sakelar pemilih ke tegangan DC (DCV); ukur tegangan sumber lebih dulu, lalu tegangan setiap komponen di loop satu per satu. Kalau kamu selalu menempelkan probe merah ke ujung yang lebih dulu dilewati sesuai arah penelusuranmu dan probe hitam ke ujung berikutnya, tandanya otomatis benar. Untuk KCL, kamu perlu membuka rangkaian: colokkan kabel merah ke soket mA, lepas cabang yang ingin diukur di satu titik, lalu pasang multimeter secara seri di celah itu. Cara yang lebih praktis adalah mengukur tegangan resistor lalu membaginya dengan nilai resistor untuk mendapatkan arus; dengan cara ini kamu tidak perlu membuka rangkaian sama sekali. Rentang ukur dan sekringnya sudah kami jelaskan secara rinci di Cara Memakai Multimeter.

PengukuranPosisi probePerkiraan (pada 5,00 V)
Sumber5V dan GND5,00 V
V_R15V dan titik A≈ 2,04 V
V_R2Titik A dan GND≈ 2,96 V
V_R3Titik A dan B≈ 1,06 V
V_LEDTitik B dan GND≈ 1,90 V
Cek KVLV_R1 + V_R3 + V_LED2,04 + 1,06 + 1,90 = 5,00 V
Cek KCL (rentang mA)I1 dibandingkan I2 + I3≈ 6,18 mA = 1,35 + 4,83 mA

Jangan berharap hasil pengukuranmu sama persis dengan hitungan; selisih 2–5% itu normal. Ada empat penyebabnya: toleransi resistor (5% untuk resistor bergelang emas, 1% untuk yang bergelang cokelat), akurasi multimeter itu sendiri (sekitar 0,5% ditambah beberapa digit pada tegangan DC untuk model murah), hambatan dalam alat ukur pada rentang mA (dari beberapa ohm sampai 10 Ω; karena terpasang seri dengan cabang, hambatan ini sedikit mengurangi arus), dan tegangan maju LED yang berubah mengikuti suhu. Pada rentang tegangan, hambatan input multimeter biasanya 10 MΩ, jadi pengaruhnya pada rangkaian kΩ bisa diabaikan. Kalau selisihnya lebih dari 10%, mungkin nilai sebuah resistor salah dibaca, ada sambungan yang longgar, atau baris breadboard tertukar; cek dengan diagram koneksi internal di Apa Itu Breadboard?.

Ketika multimeter berada di rentang arus (kabel di soket mA atau 10A), jangan pernah menempelkan probe ke kedua ujung komponen atau ke dua terminal sumber. Pada rentang ini alat ukur hampir seperti korsleting: sekringnya putus, dan kalau tidak punya sekring, alat ukur maupun sumbernya bisa rusak. Setelah selesai mengukur arus, selalu kembalikan kabel merah ke soket V.

Di mana hukum Kirchhoff berguna? Ide proyek

  • Anggaran daya: jumlahkan arus setiap modul di proyekmu (KCL) dan cek apakah adaptor atau baterai sanggup menyuplainya; pakai kalkulator umur baterai untuk memperkirakan lama pemakaian.
  • Voltmeter Arduino: buat pembagi tegangan yang bisa mengukur 0–25 V dan perhitungkan beban input analog dengan KCL; langkah-langkahnya ada di Membuat Voltmeter Arduino.
  • Panel multi-LED: beri setiap LED resistornya sendiri, hitung arus totalnya, dan cek apakah masih dalam batas pin dan regulator.
  • Pengukur cahaya LDR: LDR dan resistor tetap membentuk pembagi tegangan; hitung balik hambatan LDR dari tegangan yang terukur dengan KVL (sensor cahaya LDR).
  • Jembatan Wheatstone: pada jembatan empat resistor, tegangan di antara kedua titik tengah sama dengan nol ketika R1 / R2 = R3 / R4; load cell bekerja dengan prinsip ini (load cell HX711).
  • Mengukur arus dengan resistor shunt: pasang resistor kecil seperti 1 Ω di jalur beban, ukur tegangan di kedua ujungnya, lalu temukan arus rangkaian dengan I = V / R; untuk arus yang lebih besar, sensor arus ACS712 lebih cocok.

Kesalahan umum siswa dan cara memperbaikinya

  • Mengubah konvensi tanda di tengah loop: menulis satu penurunan tegangan sebagai negatif dan yang lain sebagai positif akan merusak persamaan. Pilih arah penelusuran dari awal dan patuhi aturan di tabel.
  • Mengira arus negatif adalah kesalahan: arus yang hasilnya negatif hanya mengalir ke arah sebaliknya. Tidak perlu menyelesaikan ulang rangkaian; pakai nilainya lengkap dengan tandanya.
  • Menulis persamaan terlalu banyak atau berulang: menulis KCL untuk semua n simpul tidak menambah persamaan independen. Cukup n − 1 persamaan KCL dan b − n + 1 persamaan KVL, dan jangan menulis loop yang sama dua kali.
  • Mencampur satuan: ohm dikali miliampere menghasilkan milivolt, bukan volt. Tulis semuanya dalam V, A, dan Ω, atau semuanya dalam V, mA, dan kΩ.
  • Memperlakukan LED seperti resistor: LED tidak punya hambatan tetap; ketika menghantar, LED berperilaku seperti penurunan tegangan yang kira-kira tetap (1,8–2,2 V untuk merah). Tulis sebagai −Vf di KVL.
  • Menganggap sumber itu ideal: tegangan 5 V dari USB biasanya ada di kisaran 4,75 sampai 5,25 V, dan baterai punya hambatan dalam. Di perhitunganmu, pakai nilai yang kamu ukur, bukan 5 V.
  • Lupa ground bersama: kalau GND dari dua rangkaian yang diberi daya oleh sumber berbeda tidak dihubungkan, tidak ada referensi bersama di antara keduanya dan hasil pengukurannya tidak bermakna. Detailnya ada di Ground Bersama (GND).
  • Memasang amperemeter secara paralel atau voltmeter secara seri: arus selalu diukur secara seri dengan membuka rangkaian, dan tegangan selalu diukur paralel di kedua ujung komponen.
Hukum Kirchhoff selalu berlaku untuk arus searah dan untuk sinyal berfrekuensi rendah di proyek Arduino. Hukum ini juga berlaku untuk nilai instan (nilai pada setiap momen) pada arus bolak-balik, tetapi di rangkaian dengan kapasitor dan induktor kamu tidak bisa begitu saja menjumlahkan tegangan RMS; fasanya juga harus diperhitungkan. Pada frekuensi yang sangat tinggi (misalnya di antena Wi-Fi 2,4 GHz) atau ketika ada medan magnet yang berubah menembus loop, bentuk sederhana hukum ini tidak lagi cukup, tetapi kamu tidak akan menemui hal itu di breadboard.

Hukum Kirchhoff hanya terdiri dari dua kalimat, tetapi keduanya ada di balik semua yang kamu hitung di elektronika: arus tidak hilang di simpul, dan jumlah tegangan di sepanjang loop sama dengan nol. Kalau dipakai bersama hukum Ohm, keduanya memungkinkanmu menyelesaikan soal apa pun langkah demi langkah, dari resistor LED dan pembagi tegangan berbeban sampai rangkaian dua sumber dan anggaran daya. Kalau kamu ingin mencoba apa yang sudah kamu pelajari di rangkaian nyata, lihat proyek “LED Berkedip”, “Mengukur Intensitas Cahaya dengan LDR”, dan “Voltmeter Digital dengan Layar LCD” di aplikasi BlueGrays; setiap proyek memandumu melalui diagram rangkaian dan kodenya langkah demi langkah, jadi kamu bisa menyiapkan multimeter di sampingmu dan membandingkan hasil ukurmu dengan perhitungan di sini.

Pertanyaan umum

Apa itu hukum arus Kirchhoff?

Hukum arus Kirchhoff (KCL) menyatakan bahwa jumlah arus yang masuk ke sebuah simpul sama dengan jumlah arus yang keluar dari simpul itu. Hukum ini didasarkan pada kekekalan muatan: muatan tidak bisa menumpuk atau hilang di satu titik. Misalnya, kalau arus 30 mA terbagi ke dua cabang dan salah satunya menarik 10 mA, cabang lainnya menarik 20 mA.

Apa itu hukum tegangan Kirchhoff?

Hukum tegangan Kirchhoff (KVL) menyatakan bahwa jumlah bertanda semua tegangan di sepanjang loop tertutup mana pun sama dengan nol. Dengan kata lain, tegangan yang diberikan sumber sama dengan jumlah penurunan tegangan pada komponen-komponen di loop itu. Di rangkaian 5 V, kalau resistor menurunkan 3 V, tersisa 2 V untuk LED.

Apa bedanya hukum Kirchhoff dengan hukum Ohm?

Hukum Ohm (V = I × R) menjelaskan hubungan antara tegangan, arus, dan hambatan pada satu resistor. Hukum Kirchhoff menjelaskan bagaimana komponen terhubung: bagaimana arus terbagi di simpul dan bagaimana tegangan dijumlahkan di sepanjang loop. Untuk menyelesaikan rangkaian, kamu memakai keduanya: susun persamaan Kirchhoff dan tulis tegangan resistor dengan hukum Ohm.

Apa arti arus negatif dalam hukum Kirchhoff?

Arus negatif tidak berarti solusimu salah; artinya arus mengalir berlawanan dengan arah yang kamu anggap di awal. Besarnya sudah benar, jadi kamu cukup membalik panah di diagram. Nilainya bisa terus kamu pakai lengkap dengan tandanya di perhitungan lain tanpa menyelesaikan ulang rangkaian.

Berapa banyak persamaan yang kubutuhkan dengan hukum Kirchhoff?

Kalau sebuah rangkaian punya b cabang dan n simpul, ada b arus yang belum diketahui. Kamu menulis hukum arus untuk n − 1 simpul dan hukum tegangan untuk b − n + 1 loop independen, sehingga jumlah persamaan sama dengan jumlah variabel yang dicari. Misalnya, rangkaian dengan 3 cabang dan 2 simpul membutuhkan 1 persamaan KCL dan 2 persamaan KVL.

Apakah hukum Kirchhoff berlaku untuk rangkaian AC?

Ya, hukum ini selalu berlaku untuk nilai instan, yaitu nilai pada setiap momen. Namun, di rangkaian AC dengan kapasitor dan induktor, kamu tidak bisa begitu saja menjumlahkan tegangan RMS; tegangan harus dijumlahkan bersama fasanya, memakai fasor atau bilangan kompleks. Pada frekuensi yang sangat tinggi dan pada saluran transmisi yang panjang, bentuk sederhana hukum ini digantikan oleh model gelombang.

Lihat semua proyek
Dua LED Berkedip Bergantian
#2Pemula

Dua LED Berkedip Bergantian

Dua LED berkedip cepat secara bergantian: ketika satu menyala, yang lain mati, seperti sedang saling melempar bola. Arduino menyalakan setiap lampu selama seperlima detik lalu menyerahkannya ke yang l

4.6(105)
343
LED Berkedip
#1Pemula

LED Berkedip

"Halo" pertama di dunia elektronika: menyalakan dan mematikan satu LED. Arduino menyalakan dan mematikan LED dengan jeda singkat, sehingga cahayanya berkedip cepat. Kamu melihat dengan cara paling sed

4.6(188)
1127
Mengukur Intensitas Cahaya dengan LDR
#11Pemula

Mengukur Intensitas Cahaya dengan LDR

Ingin melihat seberapa terang kamarmu dalam bentuk angka? LDR, komponen kecil yang bereaksi terhadap cahaya, mengukur cahaya di sekitarnya, dan Arduino menulis nilainya ke layar komputermu setiap sete

4.6(81)
139
Lampu Tidur dengan LDR
#12Pemula

Lampu Tidur dengan LDR

Lampu tidur kecil yang menyala sendiri ketika gelap dan mati ketika pagi tiba. Sensor cahaya mengukur seberapa terang ruangan, dan Arduino menyalakan LED ketika cukup gelap lalu mematikannya lagi keti

4.8(102)
205
Membaca Intensitas Cahaya dengan Modul LDR ESP32
#113Pemula

Membaca Intensitas Cahaya dengan Modul LDR ESP32

Memantau secara real-time di Serial Monitor nilai ADC mentah modul LDR dan persentase cahaya relatif yang dihitung dari nilai acuan gelap dan terang. Persentase ini bukan pengukuran lux. Mengajarkan logika kalibrasi modul. Ideal dikerjakan sebelum Proyek 10, karena dipakai untuk menentukan nilai ambang.

4.6(36)
55
Raspberry Pi Pico: Mengendalikan LED Eksternal (Breadboard)
#148Pemula

Raspberry Pi Pico: Mengendalikan LED Eksternal (Breadboard)

Langkah berikutnya setelah LED bawaan Pico: menyambungkan LED eksternal ke breadboard dan mengendalikannya lewat pin GP14. Di proyek ini, kamu belajar memakai pin GPIO serbaguna Pico mana pun sebagai output, polaritas LED (kaki panjang = anoda/+, kaki pendek = katoda/–), dan kenapa resistor pembatas arus (220Ω) diperlukan. Tanpa resistor, arus berlebih mengalir melalui LED dan LED bisa terbakar. Rangkaiannya sangat sederhana: Pico GP14 → resistor 220Ω → LED → GND.

4.5(2)
7
Voltmeter Digital dengan Layar LCD
#56Menengah
Premium

Voltmeter Digital dengan Layar LCD

Cari tahu berapa tegangan yang diberikan baterai atau adaptor daya dengan alat ukur buatanmu sendiri. Pembagi dari dua resistor menurunkan tegangan tinggi ke tingkat yang bisa dibaca board, dan Arduin

4.5(27)
36
Kendali Kecerahan LED dengan Potensiometer ESP32 (Analog → PWM)
#115Menengah
Premium

Kendali Kecerahan LED dengan Potensiometer ESP32 (Analog → PWM)

Di proyek ini, kita mengendalikan kecerahan LED secara analog memakai potensiometer. Pin ADC ESP32 membaca tegangan 0-3,3V dari potensiometer, lalu nilai ini diubah menjadi sinyal PWM (Pulse Width Modulation) dan dikirim ke LED. Hasilnya, ketika kamu memutar potensiometer, LED perlahan menerang dan meredup. Dengan Arduino Core 3.0+, analogWrite() bisa langsung dipakai; di ESP32-S2/S3, resolusi ADC tetap 12-bit.

4.5(19)
32